You are currently browsing the category archive for the ‘Christian/Catholic-Veggie’ category.

Yohanes Dwi Harsanto adalah seorang Romo di Keuskupan Semarang di Yogyakarta, Indonesia. Seorang wakil Gereja Katolik Romawi yang penuh pengabdian, Romo Harsanto juga Sekretaris Komisi Pemuda untuk Konferensi Wali Gereja Indonesia.

Pemimpin agama yang welas asih dan peduli ini percaya bahwa semua umat Kristen dan para umat agama setia lainnya harus memainkan peran penting dalam menghentikan perubahan iklim.

Romo Harsanto menjelaskan bahwa meskipun halaman pertama dari Alkitab jelas-jelas menyatakan bahwa manusia harus bertindak sebagai pelayan yang baik dan pelindung Bumi, kitab suci ini telah sering kali salah diinterpretasikan. Dia juga menawarkan solusi yang sangat mungkin untuk kemanusiaan dan keberlangsungan planet kita.

Romo Harsanto: Secara teologis harus diberi tafsir ulang akan teks-teks Kitab Suci yang selama ini membuat manusia eksploitatif terhadap Bumi.

Misalnya Kitab Kejadian Bab 1 ayat 27 dan seterusnya: “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya; Menurut gambar Allah diciptakannya mereka laki-laki dan perempuan. Diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman: ”Beranak cuculah dan bertambah banyak. Penuhilah Bumi dan taklukanlah itu. Berkuasalah akan ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala hewan yang merayap di Bumi.”

Nah, sampai di sini, tafsir itu sering ditafsirkan apa adanya bahwa kita harus eksploitasi alam. Padahal sejatinya dari teks itu bukan eksploitasi seperti tafsir manusia modern, tetapi peliharalah Bumi itu. Segala tumbuhan, segala hewan di udara, segala hewan di laut, semuanya yang ada di darat – peliharalah itu. Sebetulnya, tafsirnya seperti itu.

PEMBICARA: Romo Harsanto percaya bahwa, menurut Kitab Suci, itu sudah kehendak Tuhan agar para manusia menganut sebuah gaya hidup yang harmonis dengan Bumi.

Romo Harsanto: Dan ayat 29 akan aneh kalau ditafsir secara eksploitatif. Karena Allah berkata begini: “Berfirmanlah Allah, lihatlah Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan berbiji di seluruh bumi, dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji. Itulah yang akan menjadi makananmu.”

Jadi jelas sekali bahwa tafsir ulang atas teks Kitab Suci itu mutlak harus dilakukan dan tafsir saya seperti itu. Dan memang menurut teologi Katolik begitu. Kita mempunyai tradisi yang bagus. Baik tradisi agama, maupun tradisi adat lokal yang menunjang kelestarian Bumi.

Dari sisi agama, kita kenal ada budaya berpuasa, bermati raga, pantang. Itu suatu tradisi untuk kelestarian bumi, alam ciptaan, termasuk alam ciptaan yang paling dekat adalah badan kita sendiri. Badan kita sendiri adalah lingkungan hidup. Kita harus pelihara itu, puasa, mati raga, dan mengurangi makanan yang mengganggu metabolisme badan kita dan seterusnya.

Nah, puasa, dan tradisi pantang itu sangat bagus. Semua agama mempunyai itu. Dalam tradisi Katolik, misalnya, ada tradisi pantang daging, dan itu dilakukan misalnya setiap Jumat tidak makan daging atau hari-hari yang lain diatur sendiri. Itu suatu tradisi yang bagus untuk menjaga keseimbangan alam dan badan kita sendiri.

Di dalam agama-agama lain saya kira juga banyak sekali contohnya. Kemudian dari tradisi budaya setempat. Saya misalkan budaya, misalnya budaya Jawa. Yang saya sendiri orang Jawa. Saya merasa bahwa ada tradisi puasa, tradisi yang sangat lekat dengan budaya Jawa itu juga mempunyai ungkapan yang bagus, “Ibu Pertiwi” dan “Bapa Angkasa”. Ibu pertiwi kita dan bapa angkasa kita adalah bapa ibu kita, ya. Yang mengandung kita, yang melahirkan kita, yang kepadanya pun kita akan tergantung hidupnya.

PEMBICARA: Romo Harsanto berbagi rasa kepedulian tentang keadaan kritis dari dunia ini, dan akar penyebab dari ketidakseimbangan kini.

Romo Harsanto: Pemanasan global merupakan sebuah kenyataan dan itu sudah dimulai saat ini juga. Tidak menunggu besok. Sungguh-sungguh kita sendiri sudah merasakan dampaknya. Pemanasan global pertama-tama diakibatkan oleh gas metan, yang 60% lebih panas ini disebabkan oleh adanya gas metan itu. Dan paling banyak ternyata dari peternakan. Sungguh dikapitalisasi.

Hingga jutaan hektar tanah, lahan dibuka untuk peternakan. Dan yang mengerikan adalah pangan manusia justru diberikan pada ternak. 60% pangan dunia justru diberikan pada ternak. Sementara yang bisa mengakses untuk makan daging, makan hasil peternakan, itu hanya sedikit, sebagian besar dari bangsa manusia. Maka terjadi suatu kesenjangan energi yang sungguh besar, yang tidak adil sebetulnya. Dan dampaknya memang, Bumi dengan segala susunannya ini menjadi sangat tidak berimbang. Akibatnya memang pemanasan global itu. Energi yang harusnya terserap untuk pembangunan kemanusiaan, pembangunan ekologi, pelestarian lingkungan, justru diberikan hanya untuk ternak dan itu hanya dikonsumsi oleh sebagian kecil orang. Itu sungguh suatu ketidakadilan.

Kalau Yohanes Pembaptis berseru-seru, Ia pasti akan berseru mengenai kiamat kita bersama yang diakibatkan oleh keserakahan kita, yang membuat dunia makin panas. Kalau kita menantikan kedatangan Kristus, sebenarnya bukan kedatangan kiamat 2012 itu, tapi kedatangan Yesus yang ingin agar kita bertindak nyata untuk menghentikan pemanasan global itu, untuk menghentikan dunia yang tidak damai ini, untuk menghentikan diri kita yang sering tidak bisa menguasai nafsu kita.
http://www.vegan-vegetarian-info.com/2010/04/romo-yohanes-dwi-harsanto.html

Oleh Chindy Tan
Hidup bagi saya sungguh berarti. Demikian pula kehidupan di sekeliling saya. Jika saya mengharapkan hidup saya dihormati, maka saya juga harus menghormati hidup makhluk lainnya. Namun etika di dunia Barat hanya menghormati hubungan di antara sesama manusia. Karena itu saya katakana etika Barat adalah etika yang terbatas. Yang kita perlukan adalah etika tak terbatas yang juga mencakup hubungan kita dengan binatang” (Albert Schweitzer, 1875-1965)

Siang ini, saat akan pulang ke Yogyakarta ketika keluar dari halaman puskesmas, di sebelah barat halaman ada 2 orang pria sedang menembaki burung. Saya bertanya pada bu Narsih, “Mengapa burung-burung itu ditembaki Bu?” “Nggo senang-senang tur Nggo pakan ikan,”jawab bu Narsih. Ingin sekali saya mendekati dua orang itu, tapi bu Narsih udah keburu bablas, saya nebeng dia sampai Pakis. Rasa tak enak masih mengganjal hati saya. Sesampai di rumah, saya melihat majalah yang ditinggalkan oleh teman saya Chaiyen. Iseng saya buka bagian yang dibacanya semalam. Ya ampun, ada cuplikan kisah masa kecil Albert Schweitzer, paaas banget dengan ganjalan rasa di hati saya saat itu.

‘Thou shalt not kill’
Albert Schweitzer(1875-1965) adalah filsuf penganjur’Reverence for Life’, sebuah panggilan untuk menghormati, memuliakan semua makhluk tanpa terbatas. Beliau juga seorang dokter dan ahli teologi kelahiran Jerman.
Suatu hari di saat usianya masih delapan tahun, temannya Heinrich mengajak Albert keluar untuk menembak burung dengan katapel. Albert kecil meski merasa ide ini mengerikan tetapi tidak berani menolaknya karena takut ditertawakan.
Albert menuturkan,”Kami mendekati sebatang pohon yang sudah tidak berdaun. Burung-burung yg bertengger disana terus bernyanyi dengan manisnya di pagi hari itu. Mereka tampaknya tak takut terhadap kami. Berjongkok seperti pemburu Indian, temanku mengambil sebuah kerikil dan menarik karet katapel. Tatapannya penuh perintah membuatku mengikuti gerakannya.Tetapi pada saat itu hati nuraniku merasa tertusuk dan aku bersumpah untuk tak mengarahkan kerikilku kepada mereka. Pada momen yang kritis inilah lonceng gereja berdentang memenuhi hamparan cahaya matahari, bersama-sama dengan suara burung-burung yang sedang bernyanyi.’Albert terkejut ketika lonceng berdentang dari kejauhan. Baginya itu adalah’a voice from heaven’ suara surga. Albert pun segera meletakkan katapelnya dan berteriak mengusir burung-burung itu pergi agar tak menjadi sasaran katapel temannya. Setelah itu Albert sendiri berlari pulang.

Mengenang kejadian di masa kecilnya, Albert menulis,”Sejak itulah ketika lonceng Paskah berbunyi di dalam hamparan cahaya matahari dan pohon-pohon yang tak lagi berdaun, aku akan ingat,dengan hati yang sangat tersentuh dan berterima kasih, sebab sejak hari itulah berbunyi dalam hatiku perintah ‘Thou shalt not kill’, janganlah membunuh.’ Albert Schweitzer menyampaikan di Auditorium Universitas Oslo setahun setelah beliau memperoleh penghargaan Nobel perdamaian 1954. “Semua manusia..mampu berbelas kasih..spirit itu ada dalam diri manusia seperti terang yang siap menyala, menunggu hanya setitik percikan api”

Adanya jiwa belas kasih yang asali dalam setiap diri manusia, universal,tak terkecuali, tak terbatas.
Saya berharap dua pria yang saya temui siang tadi, suatu ketika, setitik api belas kasih itu memercik dalam ruang hatinya. Mendengarkan keberatan suara nuraninya, bahwa hidup sungguh punya harga, meski hanya seekor burung kecil, siapakah kita hingga layak merampas hidup mereka. Hidup yang mengalir dalam diri tiap makhluk membawa visi kemuliaan-Nya, hingga hanya Sang Pemberi hiduplah yang layak mengambil hidup itu kembali. Bahagia yang di damba tidak datang gratis tanpa memberi bahagia itu sendiri pada makhluk lain.

Semua binatang adalah pahatan sakral yang hidup. Kelebat lari anjing, dan hati-hati langkah kucing, elang, kerbau dan segala yang menghembuskan nafas sungguh memiliki makna. Bagi mata yang melihat lebih dari panggung bentuk; kita bersama dicipta dalam cinta dan dicintai, demikianlah dia yang memikirkan hingga makhluk dunia dibawahnya adalah dia yang memenangkan dunia dengan cintanya” (Philip Bailey, 1816-1902)

My special thanks to Augustinus Madyana Putra, who has recorded and uploaded Father’s preaching to youtube-Chindy Tan

Kiriman dari Yakobus Obie

Teman-teman yang baik…
Berikut saya postingkan rekaman homili yang disampaikan oleh Romo Y Dwi Harsanto, Pr beberapa waktu lalu di Gereja Pugeran.
Homili ini kemudian dirangkai dengan data-data visual yang menunjukkan keadaan bumi kita tercinta, sehingga pemirsa dengan sangat mudah mencerap pesan yang sangat berharga ini.

Satu hal sekarang yang mengancam dunia kita bersama adalah pemanasan global. Zaman sekarang, kalau Yohanes Pembaptis harus berseru-seru, Ia pasti akan berseru mengenai kiamat kita bersama yang diakibatkan oleh keserakahan kita, yang membuat dunia makin panas. Kalau kita menantikan kedatangan Kristus, sebenarnya bukan kedatangan kiamat 2012 itu, tapi kedatangan Yesus yang ingin kita bertindak nyata untuk menghentikan pemanasan global itu. Untuk menghentikan dunia yang tidak damai ini. Untuk menghentikan diri kita yang sering tidak bisa menguasai nafsu kita. Salah satu yang membuat kita ngawur, manja, yaitu kita menikmati kenikmatan-kenikmatan duniawi. Itu yang membuat pemanasan global. Apa itu? Makan daging. Daging dan ideologi dagingisme itu sudah menguasai seluruh kehidupan. Dan itu membuat dunia makin panas.

Menurut para ilmuwan, pemanasan global, 60% lebih, diakibatkan oleh peternakan. Ternak. Dan lagi, kotorannya itu bikin panas. Gas metan. Ini luar biasa.. Ini pengetahuan yang membuka, menurut Santo Paulus, yang membuat kita punya pengertian, pengetahuan yang benar, sehingga kita bisa memilih mana yang paling baik. Saya sendiri terbuka ketika mengetahui kenyataan ini. Membuka mata, itu benar. Dan itu sungguh-sungguh membuat kita semua, yang sudah kena ideologi dagingisme itu, merasa bahwa makan itu harus enak. Dan itu membuat dunia makin panas. Gas metan yang dikeluarkan itu dari peternakan, paling banyak, lalu membuat rumah kaca, efek rumah kaca. Lalu es di kutub utara mencair. Sekarang baru 17 cm pertambahan air laut, tapi nanti kalau diteruskan sampai es di kutub utara hilang, itu bisa 7 meter lebih. Pertambahan 17 cm ini sudah membuat gempa bumi di mana-mana. Mengapa? Karena bumi di bawah sana itu kan geser-geser, yang terdiri dari lapisan-lapisan. Kalau ditambah volume airnya, volume massa airnya, pasti akan makin tertekan. Pasti akan ambles, ambles. Maka sering gempa bumi. Sangat masuk akal. Dan menurut perhitungan, memang, hitungan tahun-tahun ke depan ini, es di kutub utara makin habis, dan lalu mau jadi apa? Dan itu pasti akan menaikkan suhu bumi. Dan pasti laut juga akan bertambah. Itu korelasinya sangat nyata, sangat scientific. Sangat ilmiah. Dan justru itu karena perilaku kita.

Kalau Yohanes berseru-seru “Bertobatlah..” Dan ingin Yesus supaya… Yesus yang tinggal di dunia bersama dia, ingin supaya dunia ini lestari, maka tidak ada kata lain, selain kita menghentikan gaya hidup yang hedonis, yang penuh kenikmatan, salah satu yang terpenting adalah kebiasaan makan daging. Yang serba nikmat itu, beralih ke, menurut Kejadian 1, ayat 29, “Aku telah menciptakan tumbuhan berbiji, Aku telah menciptakan semua itu… buah-buahan yang berbiji, dan itulah yang akan menjadi makananmu.” Menjadi sehat, menjadi tidak panas, menjadi adem, bertobat, mulai dari cara makan kita. Bertobat, mulai dari menghayati Yesus yang mau tinggal bersama kita semua, yang mencintai segala makhluk. Ia nanti lahir di kandang hewan… Ia mencintai hewan-hewan itu Ia sungguh tidak ingin terjadi kekerasan di antara kita, mulai dari makanan kita.

Kalau saya, saya tidak makan daging. Saya vegetarian untuk alasan kesehatan saya sendiri, maupun untuk alasan global warming. Untuk bertobat supaya kita berpengetahuan yang benar…”

Khotbah ini disampaikan oleh Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr. (Rohaniwan Gereja Katholik Keuskupan Agung Semarang ) dalam sebuah misa di Gereja Pugeran, Yogyakarta.

Videonya dapat diunduh di : http://www.youtube.com/watch?v=tUJkrbig3SU

Video ini hanya berdurasi 5 menit.

Tips untuk menonton video di Youtube :

1. Klik tombol play dan biarkan berjalan hingga video selesai meskipun koneksi internet terputus-putus.

2. Setelah selesai, geser tombol berbentuk bulat kembali ke posisi awal, lalu tekan tombol play. Video dapat ditonton lancar tanpa terputus-putus.

Yohanes Dwi Harsanto
Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan
Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
(Executive Secretary of Youth Commission
Bishop’s Conference of Indonesia)
June 7 at 11:13pm
romo
sumber gambar

Sharing. Tadi siang saya ada di sebuah acara di kawasan Pegangsaan Jakarta. Ketika saat santap siang tiba, banyak hidangan menu daging. Saya dengan jelas namun wajar, memilih makan nasi, sayur-sayuran dan buah belaka. Seorang ibu mendekati saya, “Apakah Romo Vegetarian?” Dengan mantap saya jawab “Benar, Bu, saya vegetarian”. Ibu itu dengan positif menanggapi bahwa vegetarian bagus untuk membina kehidupan. Dan para lelaki dewasa gendut-gendut nyeletuk: “Ah, apa enaknya”… Setelah santap siang selesai, tampak para lelaki gendut-gendut itu merasa kepanasan, buka kancing baju, tidak tenang. Mereka kekenyangan. Saya katakan: “Itulah beda vegetarian dan pemakan daging dan segala lemak. Anda semua kegerahan, sementara saya tetep enjoy haha..” Mereka tertawa tanpa bisa menyangkal kenyataan itu. Salam
YDHpr

Romo Santo adalah salah seorang pembina Jejaring Muda Katolik, aktif memberi pendidikan politik pada Kaum Muda Katolik Indonesia

sharing ini, atas seijin Romo juga akan dipublikasikan di Majalah Info Vege edisi 4

Oleh Chindy Tan

Satu-satunya doa yang diajarkan langsung oleh Yesus Kristus adalah doa Bapa Kami dan satu petikan yang memuat harapan Yesus adalah,” jadilah kehendakMu di Bumi seperti di Surga….”
Kehendak dari langit turun membumi, menjadikan apa yang berlaku di surga juga berlaku di muka bumi. Saya jadi ingat lagu pengamen yang kerap dilantunkan di bus jurusan Jogja-Solo…neng akheerat ora ono londo lewat, neng akheerat ora ono soto babat….lalu kira-kira apa yang ada/ berlaku di akherat atau surga? Jika penjagalan binatang wajar ada di bumi apakah berarti juga wajar ada di surga? Atau sebaliknya, mungkinkah lirik lagu…neng akherat ora ono soto babat… lebih mewakili imajinasi kita bagaimana selayaknya wajah surga?
Injil Perdamaian Essene (The Essene Gospel of Peace) yang diterbitkan oleh Lembaga Internasional Biogenik. Teks-teks ini diterjemahkan oleh Edmond Bordeaux Szekely dari naskah kuno berbahasa Yahudi dan Aramaik di dalam Arsip Rahasia Vatikan dan dari tulisan bahasa Slavia kuno di dalam Perpustakaan Kerajaan Hapsburgs (sekarang milik pemerintah Austria). Versi ringkasan buku-buku ini dapat diakses di: http://www.thenazareneway.com/index_essene_gospels_of_peace.htm
Salah satu terjemahan Injil perdamaian… Yesus sendiri berkata,” Dan daging hewan yang dibunuh dalam tubuh manusia akan menjadi kuburan manusia itu sendiri. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, manusia yang membunuh adalah membunuh dirinya sendiri, dan mereka yang memakan daging hewan yang dibunuh, memakan kematian.” (For I tell you truly, he who kills, kills himself, and whoso eats the flesh of slain beasts, eats of the body of death. )

Menarik untuk ditelusuri perjalanan sejarah kekristenan, Sebuah tulisan dari Steven Rose dalam bukunya Food for the Spirit menuliskan bagaimana dan mengapa kekristenan meninggalkan akar vegetarian
“The early Christian fathers adhered to a meatless regime…many early Christian groups supported the meatless way of life. In fact, the writings of the early Church indicate that meat eating was not officially allowed until the 4th century, when the Emperor Constantine decided that his version of Christianity would be the version for everyone. A meat eating interpretation of the Bible became the official creed of the Roman Empire, and vegetarian Christians had to practice in secret or risk being put to death for heresy. It is said that Constantine used to pour molten lead down the their throats if they were captured.”

Kisah mukjizat roti dan ikan. Ada beberapa hal yang perlu dicermati untuk kisah ini. Pertama, Yesus berbicara dalam bahsa Aramaic, sedangkan Alkitab ditulis beberapa generasi sejak peristiwa kebangkitan dalam bahasa Yahudi, dan versi Alkitab paling awal yang dimiliki adalah terjemahan dalam bahasa Yunani dari abad ke-4, lebih dari 300 tahun, dua terjemahan dan banyak lagi transkrip setelah kebangkitan.

Kembali pada kisah roti dan ikan, bila ditelusuri dapat dicerrmati mulai dari ketika murid-muridnya bertanya kepada Yesus tentang di mana mereka bisa memperoleh cukup banyak roti untuk memberi makan kepada orang banyak, tetapi sama sekali tidak berpikir membeli ikan atau produk binatang lainnya dan tidak pernah menganjurkan penangkapan ikan, padahal mereka berada di tepi laut. Juga, bukti menunjukkan bahwa kisah tentang roti dan ikan pada mulanya tidak mencakupkan ikan. Sebagai contoh, pada cerita awalnya (sebelum masa Alkitab), kemukjizatan ini tidak termasuk ikan, dan Yesus, ketika dia memberi petunjuk, dia hanya menunjuk kepada roti (lihat Matius 16:9-10, Markus 8:19-20, Yohanes 6:26)
Ikan ditambahkan pada kisah ini oleh penulis Yunani, barangkali karena istilah ikan dari bahasa Yunani adalah ixous, yaitu akronim dari frase Jesus Christ Son of God Savior. Ikan merupakan simbol Kristen pada masa sekarang. Dalam hal interpretasi yang sangat mungkin terjadi, peristiwa perbanyakan mewakili ramalan akan berkembangnya gereja dan tidak ada hubungannya dengan memakan binatang. Pakar lain berpendapat bahwa istilah Yunani untuk fishweed (semacam rumput laut kering) telah salah diterjemahkan dalam kisah ini sebagai ‘ikan’ (Rosen, Scholarly Works).

Apakah Yesus vegetarian atau tidak, biarlah menjadi tanda tanya dalam hati kita semua, baru saja umat Kristiani merayakan perayaan 40 hari setelah hari raya Paskah dan dalam Perjamuan Paskah, Yesus makan dua kali. Pertama, seperti yang tertulis dalam Yohanes bab 6 Paskah sudah dekat dan murid-murid bertanya kepada Yesus,”Dimanakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Roti merupakan makanan Paskah bagi Yahudi vegetarian pada masa Yesus. Kedua menurut Injil Matius, Markus, dan Lukas,”Perjamuan Terakhir” merupakan makanan Paskah. Sekali lagi, Yesus dan murid-muridnya merayakannya dengan roti.

Dalam buku Is God A Vegetarian (Open Court, 1998), Dr. Richard Alan Young. guru besar Seminari Temple Baptist di Tennesse, dan Pdt. Andrew Linzey, penulis banyak buku tentang hakl-hak binatang dan Kristen, berargumen bahwa umat Kristen seharusnya hidup menurut kehendak Tuhan, yang menghendaki tidak adanya kekejaman di muka Bumi, yang mencakup cinta kasih kepada binatang. Seluruh kepribadian Yesus adalah cinta kasih dan belas kasihan,”Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu murah hati”. Pdt Linzey menambahkan: “Dunia sekarang adalah tempat yang kejam. Sebagai umat Kristen, setiap dari kta bisa memilih menambahkan lagi kekerasan, penderitaan dan kesakitan, atau menarik diri kita dengan tidak mendukung kekejaman dan penderitaan seperti ini. Kita tahu bahwa semua binatang bisa merasakan kasih sayang, kesepian, ketakutan dan berbagai perasaan emosi lainnya. Tetapi yang lebih penting kita tahu bahwa mereka bisa merasa sakit dan memiliki kemampuan untuk menderita.”

“Binatang adalah makhluk Tuhan, bukan properti manusia, bukan untuk digunakan manusia, bukan sumber daya, bukan komoditi, tetapi adalah makhluk yang berharga di depan Tuhan… Umat Kristen yang matanya terpaku pada penyaliban yang dahsyat berada dalam posisi yang khusus untuk memahami kengerian penderitaan makhluk tak berdosa. Salib Kristus adalah identifikasi absolut Tuhan dengan mereka yang lemah, tak berdaya dan yang rentan, tetapi di atas ini semua adalah dengan penderitaan tak berdosa mereka yang tak terlindungi, tak bisa mempertahankan dirinya.”
Pendeta Andrew Linzey

ps. Semoga data-data ini dapat memperkaya sudut pandang siapa pun mengenai iman kristen kaitannya dengan vegetarian. Sebagai tambahan informasi Gereja Alfa Omega di Semarang telah mencanangkan gerakan seminar vegetarian sebulan sekali untuk forum intern. Gerakan vegetarian makin mengglobal, telah menjadi kebutuhan global (baca berita terbaru kota Belgia memberlakukan aturan seluruh warganya untuk bervegetarian satu hari dalam seminggu ). Bumi butuh manusia merevolusi pilihan makanannya adalah fakta, adalah kebenaran. Agama juga diyakini sebagai kebenaran, satu kebenaran tentu sejalan dengan kebenaran lainnya, tidak berseberangan

Sumber: selain dari situs-situs yang telah dikoneksikan jalur aksesnya, beberapa tulisan juga disalin dari buku terjemahan Yesus Vegetarian? (www.jesusveg.com) terbitan Kebun Sayur

Oleh Chindy Tan

Sebuah kampanye untuk membuat Paskah menjadi perayaan sejati menuju hidup baru. Setiap tahun ada 900 ribu anak domba, kambing dan biri-biri yang disembelih untuk perayaan Paskah. Tahun lalu 80.000 selebaran disebarkan di seluruh Itali. Kegiatan ini dipelopori oleh organisasi pecinta hewan-Agireora. Keunikan kampanye ini dapat dilakukan oleh siapa saja dari tingkat individu hingga organisasi maupun kelompok. Agireora dalam situs mereka http://www.agireora.org, memberikan ragam pilihan untuk berpartisipasi. Mulai dari selebaran, poster hingga iklan untuk baliho, desainnya tinggal di unduh gratis di http://www.agireora.org/info/news_dett.php?id=446.
loc_news_buona_pasqua_400

Jika Anda bergerak seorang diri, berikut terobosan-terobosan yang dapat dilakukan:
Sebarkan Poster dan Selebaran
Unduh (download) selebaran dan poster berikut, lalu tempelkan di tempat-tempat umum yang dijinkan.

Suarakan Lewat Radio-Radio Lokal, “Happy Easter!”
Bingung bagaimana caranya? Telah tersedia seruan iklan suara untuk diteruskan ke radio-radio lokal dengan tema “Happy Easter!” dapat diperoleh dari http://www.agireora.org/download/spot/buona_pasqua.mp3
Teruskan video-video lewat imel, yahoogroup atau blog Anda
Tentu cuplikan pendek yang berisi informasi urgensi membebaskan piring makan kita dari daging, seperti:
– cuplikan video pendek Meat The Truth
– cuplikan video Earthlings
– cuplikan liputan ABC News-The Power of Two
– cuplikan liputan CNN News tentang Oprah Goes Vegan
Caranya mudah masuk saja ke situs youtube.com lalu ketik kata kunci misalnya Oprah spasi vegan
Mari turut serta, kegiatan serupa dapat dilakukan oleh siapa saja, untuk perayaan apa saja: 22 April-Hari Bumi, 1 Oktober-Hari Vegetarian Sedunia, 25 November-Hari Tanpa Daging Sedunia. Sajikan dan sebarkan fakta dengan cara yang kita mampu, dengan demikian barulah berlaku “The truth will speak for itself” mengutip kata-kata Dr. Rajendra K Pachauri
“ I’m not there to change the world
I can only its level of knowledge”

Mother Earth Salam kenal bagi siapa saja yang mau mampir di beranda bersahaja ini. Bertukar isi hati dan isi otak adalah salah satu proses manusia memanusiakan dirinya. Ada dialog di sana. Dialog yang dituntun oleh tanya demi tanya, karena manusia sepanjang hayat peradabannya adalah makhluk yang belum selesai dengan dirinya. Poin senjang yang banyak diusung berkisar pada kata kunci: MANUSIA, CINTA DAN TUHAN, VEGETARIAN, GLOBAL WARMING. Mengajak siapa saja belajar jujur pada dirinya, ketika hati dan fakta berada dalam satu garis lurus(jujur), maka kejujuran pada dirinya inilah yang akan memaksa manusia berubah. Mungkin inilah hidup yang bertanggung jawab, hidup yang fair. Berusaha memahami cara hidup saat itu juga manusia memahami cara mati

---Chindy Tan---

RSS Unknown Feed

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

EATING UP THE WORLD

DOWNLOAD PDF FILE EATING UP THE WORLD eating up the planet If we want to preserve and restore our environment in Australia, we must make changes to our diet. The food we eat has a major effect on our waterways, the quality of the air we breathe and on the environment around us. Eating fish and other sea life is killing our oceans, agricultural industries are polluting our waterways, and vast areas of land are wasted with the grazing of animals. These practices are unsustainable and the global impacts are being felt more than ever before. By adopting a vegetarian diet you can make a significant contribution towards improving your health as well as that of the planet. Animal industries are eating up the world. It is up to us to save it!

Film Dokumenter Processed People

processed people Free Download Trailer film Processed People. "Sebenarnya kita sedang mengonsumsi sesuatu yang tidak layak disebut makanan” Jay Gordon, MD, FAAP, FABM,IBCLC Asisten Prof Kesehatan Anak UCLA Medical School Film ini merupakan finalis USA Film & MAUI Film Festival di dukung oleh dokter-dokter ahli dari UCLA, John Robbins, Jeffrey Moussaief Masson, dan pakar-pakar lainnya.

sinopsis film Processed People

The statistics are terrifying. Two hundred million Americans are overweight and 100 million are obese. More than 75 million Americans have high blood pressure. 24 million people are diabetic. Heart disease remains the No. 1 cause of death for men and women, followed by stroke and obesity-related cancers. Obesity has overtaken tobacco as the No. 1 cause of preventable deaths in the United States. Over 50% of bankruptcies are caused by what has become known as “medical debt.” Fast food, fast medicine, fast news and fast lives have turned many Americans into a sick, uninformed, indebted, “processed” people.

Film Dokumenter H O M E

Free Download Full Version H O M E Dari penulis buku terlaris di dunia, Earth Above, hadir kembali dengan karya baru yang cemerlang. Home, film dengan judul buku yang sama, menghadirkan gambar-gambar yang menakjubkan. Sebuah ekplorasi wajah Bumi lengkap dengan foto-foto terkenal karya Arthus-Bertrand dilengkapi teks informatif oleh tim Good Planet, sebuah organisasi non-profit yang mempromosikan pemeliharaan lingkungan hidup. Home menghadirkan keindahan Bumi dan mengajak seluruh umat manusia untuk menjaganya dari kehancuran. Film ini ditayangkan secara serentak mulai tanggal 5 Juni-14 Juni 2009 3 benua, lebih dari 50 negara, termasuk Indonesia, ditayangkan gratis lewat televisi, bioskop, internet klik disini . Berkisah tentang Bumi dan evolusi semua makhluk hidup, dan bagaimana manusia yang paling muda umur eksisnya justru merupakan oknum yang paling bertanggung jawab atas kerusakan bahkan kehancuran Bumi. Film ini juga mengupas tentang inefisiensi hasil pertanian untuk memproduksi daging. Arthus-Bertrand berkata, “50 persen hutan yang telah hilang, bukanlah hal yang paling penting, melainkan 50 persen yang masih tersisa”

Sang Buddha Vegetarian?

Jelang Sang Buddha Parinirvana, Makan Babi atau Jamur? Pro dan Kontra apakah Sang Buddha vegetarian dapat dibaca argumentasi dan dasar telaahnya yang diulas oleh Master Roshi Philip Kapleau (pendiri Budhisme Zen di Amerika) dalam buku To Cherish All Life (DOWNLOAD FULL VERSION

Video: Diet For A New America-John Robbins

Free Download: Video(part1-8): Diet For A New America “I think what I really learned in all of this, Was to be true to myself To be true to my inner voice And I began to see, That we really do have the power, Our own lives really do make a difference, Just by being more conscious of the food that we eat. We can heal ourselves; we can heal the environment, We can heal this planet"<a

Free Download Film Dokumenter Super Size Me

(Film Dokumenter Supersize Me, 2004)-Free Download Self Experience dari Morgan Spurlock, 30 hari bersama daging. Juga memaparkan fakta pengaruh makanan terhadap perilaku. Kaitan makanan dengan perilaku juga dibuktikan korelasinya di Central Alternative High School yaitu sekolah tinggi anak-anak yang memiliki perilaku bermasalah. “Kami menyajikan sayur-sayuran dan buah-buahan tanpa bahan pengawet. Semua makanan kami buat tanpa proses pemanggangan dan penggorengan. Di sini kami juga TIDAK MENGENAL DAGING. “Greg Bretthauer-Dekan Applleton Wiscosin-Central High School. “Kami meniadakan mesin soft drink dan junk food. Kami melihat, hal ini MEMBUAT PERUBAHAN YANG BESAR PADA SISWA.” Debra Larson-School Social Worker (Film Dokumenter Supersize Me, 2004)

Slide Show Buku Terbaru Lester Brown: Plan B.3

RSS Gary Francione’s thoughts

  • Daiya, Animal Testing, and the Meaning of “Vegan” July 31, 2017
    Some people are upset about the fact that Daiya has been acquired by a company that is reported to do animal testing. They are claiming that Daiya products are, therefore, no longer “vegan.” That is silly. It is no different from saying that a package of frozen broccoli isn’t vegan because it is made by […] Related posts: Some Thoughts on the Meaning of “Veg […]
    Gary L. Francione
  • The Crowland Chicks and Our Conventional Wisdom About Animals February 22, 2017
    The BBC reported that someone dumped about 1800 chicks in a field in Crowland, near Peterborough, in the United Kingdom. The chicks were killed because they were found close to an avian flu exclusion zone. Photo: RSPCA/BBC The RSPCA, which is investigating, believes that the chicks belonged to a commercial chicken producer and were abandoned […] Related post […]
    Gary L. Francione
  • The Calf at Foot Dairy and Happy Exploitation: “They produce better quality stuff for us to eat.” February 7, 2017
    Animals are chattel property. It costs money to protect their interests. Animal exploiters, as rational actors, will generally protect animal interests to the extent that it is economically efficient to do so. That will, for the most part, result in very low standards of animal welfare. There are three ways to increase the level of […] Related posts: My Happ […]
    Gary L. Francione
  • Thought of the Year: Go Vegan Now. Stay Vegan Forever. January 3, 2017
    This was originally published on January 2, 2017 on the Abolitionist Approach Facebook page. ********** If you are not vegan, please go vegan. Veganism is about nonviolence. First and foremost, it’s about nonviolence to other sentient beings. But it’s also about nonviolence to the earth and nonviolence to yourself. If animals matter morally, veganism is […] […]
    Gary L. Francione
  • Webinar: Abolitionist Vegan Advocacy: 2017 January 3, 2017
    This is our second Webinar, which occurred on December 30, 2016. The organizer was Benjamin MacEllen. There were more than 400+ participants. ********** If you are not vegan, please go vegan. Veganism is about nonviolence. First and foremost, it’s about nonviolence to other sentient beings. But it’s also about nonviolence to the earth and nonviolence […] Rel […]
    Gary L. Francione

RSS Ecorazzi News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Vegetarian Star

  • Jon Stewart and Wife Tracey Stewart Adopt Horse May 31, 2016
    When Jon Stewart signed off the air a year ago, he talked about his plans for the future, one of which included bringing a Noah’s Ark group of animals to his private sanctuary his runs with his wife Tracey Stewart. One very special horse has been given the opportunity to join the family. A white […]
    Vegetarian Star
  • Chrissy Teigen Failed Vegan Experiment May 31, 2016
    Aside from the occasional trip on the runway, supermodels never fail at anything, right? Chrissy Teigen has partaken in several adventures in her kitchen, many of which are included in her new cookbook, Cravings. The wife of musician John Legend decided to experiment with veganism, but this adventure created more excitement online than in the […]
    Vegetarian Star
  • Mia Evans Is A “Masterchef Junior” Vegetarian Star May 9, 2016
    Any vegetarian chef on a reality cooking show is something to get excited about, but when a 12-year old makes better sauce than most adults do–it’s something worth swearing like Gordon Ramsay. Mia Evans was a contestant on the fourth season of Masterchef Junior, a kids’ spin-off of the adult series on Fox TV. Mia […]
    Vegetarian Star
  • Ringling Brothers, Barnum & Bailey Elephants Retire To Sanctuary May 9, 2016
    Activists all over the world are performing tricks way more entertaining than these elephants could. Ringling Brothers and Barnum & Bailey Circus is retiring the remaining elephants that have performed during its shows. The company had originally planned to do this by 2018, but it looks like these lucky pachyderms are getting an early pension! […]
    Vegetarian Star
  • The Passing Of A Vegan Prince April 23, 2016
    It’s a sorrowful week for music lovers and vegans alike, as Prince, one of the greatest masters of funk, R & B, jazz, pop and a mixture of everything else, has passed. The singer left the world at his famous home and recording studio, Paisley Park, in Chanhassen, Minnesota on Thursday, April 21, 2016. He […]
    Vegetarian Star
  • Holly Madison Enjoys Vegan Smoothie From M Cafe In Beverly Hills April 10, 2016
    Holly Madison knows the formula for a healthy pregnancy! The Playboy pinup was spotted with a smoothie from one of Beverly Hill’s popular vegan eateries, M Cafe. Madison is pregnant with her second child with husband Pasquale Rotella. Vegan smoothies are known for containing every good, like non-dairy milks, vitamins and fiber, so the mother-to-be […]
    Vegetarian Star
  • Controversy Over Pro-Vegeterian Curriculum In Schools April 1, 2016
    Parents are outraged at a new curriculum designed to encourage children to eat more vegetarian foods. A group called Veggie Kids of Tomorrow has created a book filled with nothing but images from some of the most popular campaigns from the animal rights group People for the Ethical Treatment of Animals. The problem with this […]
    Vegetarian Star
  • Ellie Goulding Creates Protein Bar “Everlasting Joy” With GoMacro March 31, 2016
    Ellie Goulding has collaborated with vegan and organic Wisconsin-based company GoMacro to create a protein bar that represents the English singer’s desire for plant-based nutrition and charitable giving. The “Ellie-Inspired” bars contains chocolate chips, coconut and almond butter, a combination Goulding says keeps her energetic for any occasion, whether it’ […]
    Vegetarian Star

RSS Enviro News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Scientific News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS KOMPAS

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Catatan Pinggir-Goenawan Mohamad

  • Origami August 16, 2012
    Seorang penulis sejarah yang baik tahu bahwa ia seorang penggubah origami. Ia membangun sesuatu, sebuah struktur, dari bahan-bahan yang gampang melayang. Sebab bahan penyusunan sejarah sesungguhnya bagaikan kertas: ingatan. Ingatan tak pernah solid dan stabil; ingatan dengan mudah melayang tertiup. Seperti kertas, ketika ia menampakkan diri di depan kita, se […]
    anick
  • Batman August 6, 2012
    Batman tak pernah satu. Maka ia tak berhenti. Apa yang disajikan Christopher Nolan sejak Batman Begins (2005) sampai dengan The Dark Knight Rises (2012) berbeda jauh dari asal-muasalnya, tokoh cerita bergambar karya Bob Kane dan Bill Finger dari tahun 1939. Bahkan tiap film dalam trilogi Nolan sebenarnya tak menampilkan sosok yang sama, meskipun Christian Ba […]
    anick

RSS Ruang Hati

  • Berbagi Ketidaksempurnaan December 10, 2009
    Kita mungkin tidak akan pernah melupakan satu kisah nyata yang mirip dongeng; tragedi cinta Puteri Diana dan Pangeran Charles. Kematian Sang Puteri begitu mengharu biru dunia. Tercatat dua milyar lebih pasang mata menitikkan air mata pemakaman Sang Puteri. Larut dalam sedih dan kehilangan. Dunia tidak akan melupakan pernikahan megah Putera Mahkota Inggris da […]
    ruanghatikita

RSS Times online

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS CNN News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Guardian News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS The New York Times

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Newsweek

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Archives

Blog Stats

  • 61,209 hits
August 2017
M T W T F S S
« May    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RSS Timesnews

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.