Oleh Chindy Tan

Satu-satunya doa yang diajarkan langsung oleh Yesus Kristus adalah doa Bapa Kami dan satu petikan yang memuat harapan Yesus adalah,” jadilah kehendakMu di Bumi seperti di Surga….”
Kehendak dari langit turun membumi, menjadikan apa yang berlaku di surga juga berlaku di muka bumi. Saya jadi ingat lagu pengamen yang kerap dilantunkan di bus jurusan Jogja-Solo…neng akheerat ora ono londo lewat, neng akheerat ora ono soto babat….lalu kira-kira apa yang ada/ berlaku di akherat atau surga? Jika penjagalan binatang wajar ada di bumi apakah berarti juga wajar ada di surga? Atau sebaliknya, mungkinkah lirik lagu…neng akherat ora ono soto babat… lebih mewakili imajinasi kita bagaimana selayaknya wajah surga?
Injil Perdamaian Essene (The Essene Gospel of Peace) yang diterbitkan oleh Lembaga Internasional Biogenik. Teks-teks ini diterjemahkan oleh Edmond Bordeaux Szekely dari naskah kuno berbahasa Yahudi dan Aramaik di dalam Arsip Rahasia Vatikan dan dari tulisan bahasa Slavia kuno di dalam Perpustakaan Kerajaan Hapsburgs (sekarang milik pemerintah Austria). Versi ringkasan buku-buku ini dapat diakses di: http://www.thenazareneway.com/index_essene_gospels_of_peace.htm
Salah satu terjemahan Injil perdamaian… Yesus sendiri berkata,” Dan daging hewan yang dibunuh dalam tubuh manusia akan menjadi kuburan manusia itu sendiri. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, manusia yang membunuh adalah membunuh dirinya sendiri, dan mereka yang memakan daging hewan yang dibunuh, memakan kematian.” (For I tell you truly, he who kills, kills himself, and whoso eats the flesh of slain beasts, eats of the body of death. )

Menarik untuk ditelusuri perjalanan sejarah kekristenan, Sebuah tulisan dari Steven Rose dalam bukunya Food for the Spirit menuliskan bagaimana dan mengapa kekristenan meninggalkan akar vegetarian
“The early Christian fathers adhered to a meatless regime…many early Christian groups supported the meatless way of life. In fact, the writings of the early Church indicate that meat eating was not officially allowed until the 4th century, when the Emperor Constantine decided that his version of Christianity would be the version for everyone. A meat eating interpretation of the Bible became the official creed of the Roman Empire, and vegetarian Christians had to practice in secret or risk being put to death for heresy. It is said that Constantine used to pour molten lead down the their throats if they were captured.”

Kisah mukjizat roti dan ikan. Ada beberapa hal yang perlu dicermati untuk kisah ini. Pertama, Yesus berbicara dalam bahsa Aramaic, sedangkan Alkitab ditulis beberapa generasi sejak peristiwa kebangkitan dalam bahasa Yahudi, dan versi Alkitab paling awal yang dimiliki adalah terjemahan dalam bahasa Yunani dari abad ke-4, lebih dari 300 tahun, dua terjemahan dan banyak lagi transkrip setelah kebangkitan.

Kembali pada kisah roti dan ikan, bila ditelusuri dapat dicerrmati mulai dari ketika murid-muridnya bertanya kepada Yesus tentang di mana mereka bisa memperoleh cukup banyak roti untuk memberi makan kepada orang banyak, tetapi sama sekali tidak berpikir membeli ikan atau produk binatang lainnya dan tidak pernah menganjurkan penangkapan ikan, padahal mereka berada di tepi laut. Juga, bukti menunjukkan bahwa kisah tentang roti dan ikan pada mulanya tidak mencakupkan ikan. Sebagai contoh, pada cerita awalnya (sebelum masa Alkitab), kemukjizatan ini tidak termasuk ikan, dan Yesus, ketika dia memberi petunjuk, dia hanya menunjuk kepada roti (lihat Matius 16:9-10, Markus 8:19-20, Yohanes 6:26)
Ikan ditambahkan pada kisah ini oleh penulis Yunani, barangkali karena istilah ikan dari bahasa Yunani adalah ixous, yaitu akronim dari frase Jesus Christ Son of God Savior. Ikan merupakan simbol Kristen pada masa sekarang. Dalam hal interpretasi yang sangat mungkin terjadi, peristiwa perbanyakan mewakili ramalan akan berkembangnya gereja dan tidak ada hubungannya dengan memakan binatang. Pakar lain berpendapat bahwa istilah Yunani untuk fishweed (semacam rumput laut kering) telah salah diterjemahkan dalam kisah ini sebagai ‘ikan’ (Rosen, Scholarly Works).

Apakah Yesus vegetarian atau tidak, biarlah menjadi tanda tanya dalam hati kita semua, baru saja umat Kristiani merayakan perayaan 40 hari setelah hari raya Paskah dan dalam Perjamuan Paskah, Yesus makan dua kali. Pertama, seperti yang tertulis dalam Yohanes bab 6 Paskah sudah dekat dan murid-murid bertanya kepada Yesus,”Dimanakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Roti merupakan makanan Paskah bagi Yahudi vegetarian pada masa Yesus. Kedua menurut Injil Matius, Markus, dan Lukas,”Perjamuan Terakhir” merupakan makanan Paskah. Sekali lagi, Yesus dan murid-muridnya merayakannya dengan roti.

Dalam buku Is God A Vegetarian (Open Court, 1998), Dr. Richard Alan Young. guru besar Seminari Temple Baptist di Tennesse, dan Pdt. Andrew Linzey, penulis banyak buku tentang hakl-hak binatang dan Kristen, berargumen bahwa umat Kristen seharusnya hidup menurut kehendak Tuhan, yang menghendaki tidak adanya kekejaman di muka Bumi, yang mencakup cinta kasih kepada binatang. Seluruh kepribadian Yesus adalah cinta kasih dan belas kasihan,”Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu murah hati”. Pdt Linzey menambahkan: “Dunia sekarang adalah tempat yang kejam. Sebagai umat Kristen, setiap dari kta bisa memilih menambahkan lagi kekerasan, penderitaan dan kesakitan, atau menarik diri kita dengan tidak mendukung kekejaman dan penderitaan seperti ini. Kita tahu bahwa semua binatang bisa merasakan kasih sayang, kesepian, ketakutan dan berbagai perasaan emosi lainnya. Tetapi yang lebih penting kita tahu bahwa mereka bisa merasa sakit dan memiliki kemampuan untuk menderita.”

“Binatang adalah makhluk Tuhan, bukan properti manusia, bukan untuk digunakan manusia, bukan sumber daya, bukan komoditi, tetapi adalah makhluk yang berharga di depan Tuhan… Umat Kristen yang matanya terpaku pada penyaliban yang dahsyat berada dalam posisi yang khusus untuk memahami kengerian penderitaan makhluk tak berdosa. Salib Kristus adalah identifikasi absolut Tuhan dengan mereka yang lemah, tak berdaya dan yang rentan, tetapi di atas ini semua adalah dengan penderitaan tak berdosa mereka yang tak terlindungi, tak bisa mempertahankan dirinya.”
Pendeta Andrew Linzey

ps. Semoga data-data ini dapat memperkaya sudut pandang siapa pun mengenai iman kristen kaitannya dengan vegetarian. Sebagai tambahan informasi Gereja Alfa Omega di Semarang telah mencanangkan gerakan seminar vegetarian sebulan sekali untuk forum intern. Gerakan vegetarian makin mengglobal, telah menjadi kebutuhan global (baca berita terbaru kota Belgia memberlakukan aturan seluruh warganya untuk bervegetarian satu hari dalam seminggu ). Bumi butuh manusia merevolusi pilihan makanannya adalah fakta, adalah kebenaran. Agama juga diyakini sebagai kebenaran, satu kebenaran tentu sejalan dengan kebenaran lainnya, tidak berseberangan

Sumber: selain dari situs-situs yang telah dikoneksikan jalur aksesnya, beberapa tulisan juga disalin dari buku terjemahan Yesus Vegetarian? (www.jesusveg.com) terbitan Kebun Sayur