Oleh Chindy Tan

Don bolak-balik bertanya,”kok siklusnya harus berulang lagi, kenapa tidak kiamat ya habis cerita?” Kenapa mesti ada manusia baru lagi, kehidupan baru lagi
ahemm….jawabannya mungkin ada pada pertanyaan,”kenapa kamu eksis, Don” engkoh buntut2nya aku adalah isi, isi adalah kosong… ajian brand ala Sun Go Kong sambat Don, hehe…
ckckck, film ini uaapik tenin! acung tujuh jempol deh.

Fakta-fakta anak indigo yang mulai banyak lahir dengan ciri-ciri yang khas adalah satu sisi yang coba disajikan dalam film sain fiksi ini. Anak indigo memiliki strain DNA level yang lebih tinggi hingga kecerdasan dan kepekaan di atas rata-rata serta indera keenam yang tajam. Caleb dan Abby adalah tokoh anak indigo dalam film ini, digambarkan sebagai anak-anak yang terobsesi pada dunia fauna, penyayang binatang dan dengan pilihannya sendiri (Caleb) memutuskan untuk bervegetarian.Tek! saya kaget pas Caleb menolak tawaran ayahnya-John Koestler untuk bersosis ria bersama. Lantang dia menyuarakan bahwa dia telah memutuskan untuk menjadi vegetarian. Bravo! Temen-temen tidak cerita kalo film ini ada tersentil pesan veggie di dalamnya, mereka cuma bilang isu doomsday karena ledakan matahari. Apa akunya yang kelewat sensi ama segala yang berbau veggie kali ya;)
(Ide vegetarian sebagai salah satu syarat di Zaman Baru kalo memang ada peradaban baru yang tersisa kelak, dapat dijelaskan dengan argumen2 yang kuat…)
John Koestler, Prof MIT dan Astrofisika seorang yang skeptis terhadap agama, keukeuh memilih percaya pada teori acak bukan determine. Segala sesuatu yang terjadi di semesta ini, tanpa tujuan, semua terjadi begitu saja, oleh kecelakaan dan acak. Sampai pada suatu ketika tanpa sengaja mengungkap makna dari angka-angka yang tertulis dikertas yang dibawa putranya Caleb. Memberinya perspektif baru akan semesta. Surat ini, adalah surat yang berisi gambar anak-anak SD dari sekolah yang sama tentang masa depan menurut imajinasi mereka masing-masing. Lucinda Embry, pencetus ide acara ini, satu-satunya anak yang tidak menggambar melainkan menuliskan angka-angka yang menurutnya terus dibisikkan kepadanya. Pada perayaan 50 tahun berikutnya, tahun 2009, surat yang disimpan dalam kapsul waktu dan telah dikubur selama 50 tahun dibuka untuk dibagikan pada anak-anak SD tersebut. Caleb Koestler, kebagian surat yang ditulis oleh Lucinda Embry.

Misteri angka-angka dalam surat itu mulai terkuak ketika John tanpa sengaja meletakkan gelas minumnya di atas kertas tersebut yang bleber kepenuhan, ketika di angkat kembali bekas airnya memberi batas pada angka 911012996. Merasa familiar dengan angka ini, John mencoba memasukkan angka tersebut ke mesin google dan ajaib! Angka tersebut persis sama dengan tragedi 11 september 2001 dengan korban jiwa 2996. Penasaran, John lalu mencoba memasukkan angka-angka lainnya. Semua ternyata adalah waktu bencana-bencana besar yang terjadi di Bumi. Beberapa tanggal, waktu yang belum terjadi, dipercaya oleh John sebagai ramalan yang pasti akan terjadi. John seolah dipaksa berkejaran dengan takdir, bocoran takdir telah terpapar jelas, segala upaya dia lakukan untuk membelokkan garis takdir tersebut, namun nihil. Akhirnya John memilih percaya mutlak pada angka-angka tersebut sebagai satu-satunya petunjuk bagaimana dia harus mengalir dalam skenario takdir. Kepercayaannya ini, menuntunnya memahami dan menerima takdir kalau anaknya Caleb dan Abby (cucu dari Lucinda) dipilih oleh para pembisik untuk meneruskan peradaban baru, dengan membawa sepasang kelinci peliharaan mereka, Caleb dan Abby diantar ke sebuah tempat, mereka berdua berlari menuju pohon yang dipercaya sebagai pohon kehidupan… wuuiiiih, keren abis! Buruan tonton deh!