Selasa, 25 November 2008 | 21:09 WIB
YOGYAKARTA, SELASA – Hari Tanpa Daging Internasional atau International Meatless Day, Selasa (25/11) ini, diimplementasikan Indonesia Vegetarian Society lewat ajakan agar masyarakat tidak menyantap daging selama sehari.

Dengan mengurangi konsumsi daging, selain tubuh lebih sehat, manusia ikut peduli lingkungan. Hal tersebut disampaikan Chindy Tanjung, Koordinator Indonesia Vegetarian Society (IVS) Cabang Jawa Tengah dan Yogyakarta , Selasa (25/11).

“Manusia mestinya bisa semakin adil dan memandang jernih setiap inchi kontribusi kerusakan di muka bumi yang disebabkan ulahnya sendiri,” ujarnya.

Konsumsi daging yang berlebih, menurut dokter gigi ini, secara tidak langsung menjadikan manusia tidak adil dengan lingkungan. Bahaya daging sudah terpapar, misalnya menyebabkan tekanan darah tinggi hingga kolesterol. Namun , banyak yang terus menutupinya seakan fakta itu tiada.

Banyak bukti kerusakan lingkungan berujung pada urusan daging. Prasasto Satwiko, profesor yang juga Koordinator Bidang Teknologi Pusat Studi Energi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyebut, peternakan dan industri daging terbukti menyebabkan pemborosan energi yang berujung pada kerusakan lingkungan.

Pemakaian energi untuk menghasilkan daging, terang dia, dimulai dari menanam tanaman untuk pakan ternak. Selanjutnya adalah urusan transportasi, pengolahan, aktivitas peternakan, penjagalan, hingga pendinginan. Setiap tahap menyebabkan polusi dan gas rumah kaca. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah melaporkan, industri peternakan menyumbang 18 persen gas rumah kaca.

Penelitian oleh ahli pertanian David Pimental dan Robert Goodland juga menunjukkan bahwa untuk setiap kg daging sapi yang kita makan, dibutuhkan 100.000 liter air, ujar Prasasto.

Chindy menambahkan, kekeliruan yang masih ada adalah pandangan bahwa sumber hewani memberi protein, gizi, dan tenaga yang lebih hebat ketimbang sumber nabati. Itu anggapan keliru. Tumbuhan sudah memberi kita segala yang diperlukan sel tubuh, namun kita belum menyadari, ujar Chindy yang adalah dokter gigi ini.

Secara terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY Adam Suyadi mengatakan, sangat bagus bagi tubuh kalau konsumsi daging bisa dikurangi sebanyak mungkin. Daginglah yang selama ini menyumbang masalah kesehatan, sedangkan tumbuhan tidak.

Dalam rangkaian hari tanpa daging internasional, IVS Jawa Tengah dan DIY telah menggalang aksi tanda tangan sejak dua minggu lalu. Menurut Chindy, total tanda tangan dilakukan 3. 545 orang. Sedangkan untuk seluruh Indonesia 5.855 orang. Di Malaysia, terkumpul 7.5 00 tanda tangan.

Lukas Adi Prasetyo
http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/25/21091252/Hari.Tanpa.Daging.Internasional..Tubuh.Sehat.Lingkungan.Terjaga