Apakah Anda mempertimbangkan veganisme untuk alasan-alasan kemanusiaan, spiritual, atau kesehatan, ada banyak alasan kuat untuk hidup sebagai vegan…

 

“Sumber-sumber daya alam tanah, energi, dan air, yang dipergunakan untuk peternakan berkisar antara 10 sampai 1000 kali lebihnya dari yang diperlukan untuk memproduksi makanan dari tumbuh-tumbuhan dalam jumlah yang sama. Dan peternakan tidak semata-mata menggunakan sumber-sumber daya ini, peternakan mengancam kelangsungan mereka. Ini adalah soal data sejarah. Sebagian besar erosi tanah, hilang/berkurangnya air tanah dan hutan — faktor-faktor yang mengancam sistem makanan kita secara mendasar — adalah akibat dari bentuk pengadaan makanan yang merusak ini.” – Keith Akers, hal. 81, “A Vegetarian Sourcebook”, 1989

 

 

DAGING

Jika Anda sedang membaca ini, kemungkinan besar Anda telah mengetahui ada banyak alasan menghindari daging. Di sini kami akan memampilkan sedikit saja fakta yang melatar belakangi pilihan tersebut.

* 90% biji-bijian, 85% jagung, dan 80% kedelai yang ditanam di Amerika Serikat digunakan sebagai makanan ternak. Jika tiap-tiap orang mengkonsumsi makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan sebagai ganti dari binatang-binatang tak berdosa, akan ada cukup makanan untuk mengenyangkan seluruh dunia berkali-kali lipat.

* Dunia telah dan tengah mengalami kekurangan air bersih, dan peternakan memainkan peranan yang besar. Di Amerika Serikat, sebagai contoh, pengadaan daging menghabiskan lebih dari separuh air yang digunakan. 2500 gallon (9500 liter) air digunakan untuk memproduksi 1 pons (454 gram) daging, sementara hanya diperlukan 25 gallon air untuk memproduksi 1 pons gandum. Seorang vegan membantu menghemat 2800 sampai 3700 galon air setiap harinya.

* Hilangnya tanah bagian atas adalah salah satu masalah lain yang sedang kita hadapi. Di AS (sebuah negara dengan lebih banyak peraturan dan pengawasan dari sebagian besar negara lain) . 75% tanah bagian atasnya telah hilang dan 85% dari kehilangan ini adalah tanggung jawab dari industri peternakan.

* Setiap 5 detik 1 acre (4047 meter persegi) hutan hujan di Amerika Selatan ditebang/dibuka demi menyediakan tanah pertanian bagi produksi daging dan susu. Di Amerika Serikat saja, 260 juta acre (105 juta hektar) hutan telah ditebang. Setiap tahunnya, seorang vegan telah menyelamatkan satu acre (0.4 hektar) pepohonan.

* 33% dari keseluruhan bahan mentah (hasil pokok dari pertanian, kehutanan, dan pertambangan, termasuk bahan bakar yang berasal dari fosil) yang dikonsumsi oleh AS digunakan untuk pengadaan hewan ternak/potong. Dibutuhkan 11 kali lipat energi untuk memproduksi daging ataupun makanan-makanan berlemak lainnya dibandingkan dengan energi yang dibutuhkan untuk memproduksi biji-bijian.

* Sekarang merupakan hal yang umum bagi para petani untuk menggunakan kandang-kandang sempit untuk mengembangbiakkan babi-babi. Kandang-kandang kecil ini hampir-hampir tidak dapat mengimbangi besarnya tubuh babi-babi yang tumbuh dengan pesat sebagai akibat dari berbagai macam hormon yang disuntikkan. Babi-babi sangatlah pandai – lebih daripada anjing – sehingga perlakuan terhadap mereka benar-benar membawa kesedihan.

* Babi-babi betina dibuat hamil sepanjang hidupnya. Sebagian besar kandang babi memiliki sebuah palang yang ditempatkan diatas babi betina untuk membuatnya terus berbaring agar bayi-bayinya dapat dengan mudah menyusu. Begitu anak-anak babi tersebut cukup besar untuk dapat mengkonsumsi makanan yang diberikan oleh para petani, mereka dipisahkan dari ibu mereka. Kemudian ibu tersebut dibuat hamil lagi…

 

 

TELUR

Sebagian besar orang akan berkata: ” Tidak ada salahnya menggunakan telur – toh ayam-ayamnya tidak dibunuh dan mereka menghasilkan terlalu banyak telur.”

* Ketika ayam-ayam dilahirkan, kira-kira separuh adalah ayam betina dan separuhnya lagi jantan. Sebagian besar dari anak ayam yang jantan tidak diinginkan dan segera dibunuh. Sisanya menjalani suatu kehidupan yang singkat dan dipotong segera setelah mereka mencapai berat yang bernilai ekonomi.

# Ayam-ayam betina penghasil telur dipotong segera setelah mereka ‘tidak berguna’.

# Hampir semua telur berasal dari ayam-ayam betina yang tersiksa di dalam kandang-kandang sempit – unggas-unggas yang ketakutan ini dipaksa menghabiskan 10 sampai 12 bulan berjejal-jejal di dalam sebuah kandang yang sempit.

# Paruh ayam-ayam betina ini dipotong menggunakan alat pemotong yang telah dipanaskan, akibatnya adalah rasa sakit yang teramat sangat dan terus-menerus karena terdapatnya jaringan-jaringan yang sensitif pada paruh. Hal ini dilakukan untuk menghemat biaya pemberian makan, namun karenanya ayam-ayam ini mengalami kesulitan pada saat makan, minum, dan dalam melakukan fungsi-fungsi alami seperti membersihkan tubuh mereka dengan menggunakan paruh.

 

SUSU, PRODUK SUSU

Sapi perah dijagal untuk dagingnya ketika mereka berusia 5 sampai 6 tahun. Di alam bebas mereka hidup selama 25-30 tahun…

* Sapi-sapi betina dibuat hamil setiap tahun agar mereka selalu memproduksi susu.

# Di alam bebas seekor anak sapi akan menyusu selama hampir satu tahun, tetapi industri susu akan memindahkan anak sapi segera setelah kelahirannya. Para ibu, yang penuh dengan instink keibuan, merasakan kehilangan anak-anak mereka dari tahun ke tahun.

# Sebagian anak sapi segera dijagal untuk makanan binatang peliharaan, dan rennet dari lambung mereka digunakan dalam pembuatan keju. Sebagian dibesarkan untuk dijadikan mesin penghasil susu, persis seperti ibu-ibu mereka. Sebagian lagi, digemukkan sebagai penghasil daging sapi, dijagal pada usia 11 bulan – sering tanpa pernah melihat rumput. Yang paling tidak beruntung diantara yang tidak beruntung dijadwalkan untuk menghasilkan ‘veal’ dan menghabiskan hidup yang singkat dan tidak alami di kandang-kandang kecil dengan susu tanpa zat besi sebagai makanannya agar mereka menghasilkan daging putih.

# Sapi-sapi perah diberi hormon dan antibiotik dalam dosis besar untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi susu, dan mencegah infeksi. Banyak dari obat-obatan ini menambah kecemaran produk-produk susu.

 

# Karena pemberian obat-obatan, sapi-sapi memproduksi susu 10 hingga 20 kali produksi susu normal mereka. Hal ini mengakibatkan ketidaknyamanan yang luarbiasa bagi sapi-sapi betina ini: ambing mereka menjadi sangat besar, sering terinfeksi, dan mereka menjadi tidak stabil karena berat tambahan pada kaki-kaki belakang mereka. Banyak darah dan nanah dari ambing yang terinfeksi masuk ke dalam susu.

 

# Produk-produk susu mengandung banyak kolesterol dan lemak jenuh, yang dianggap sebagai penyebab utama penyakit jantung. 50% dari orang yang mengkonsumsi produk-produk hewani meninggal karena penyakit jantung, dibandingkan dengan hanya 4% dari orang yang tidak mengkonsumsi.

 

# Susu telah terlihat bertanggungjawab atas banyaknya gangguan pencernaan, kulit dan masalah-masalah lainnya.

 

 

MADU, BEESWAX, PROPOLIS

Semua vegan society utama, termasuk MVI, sependapat bahwa hasil-hasil dari lebah tidak vegan. Namun, masih banyak individu, yang menganggap diri mereka vegan, yang berpendapat bahwa produk-produk lebah adalah vegan.

 

* Lebah-lebah biasanya terbunuh pada saat pemanenan produk mereka, kadang-kadang disengaja ketika petani lebah tidak mau / ingin mengeluarkan uang untuk melindungi lebah-lebah tersebut ketika musim dingin tiba.

 

# Perkawinan buatan yang mengakibatkan kematian lebah jantan sekarang adalah cara yang umum dipakai untuk menghasilkan ratu-ratu lebah baru. Cara yang dipilih untuk mendapatkan sperma lebah adalah dengan menarik kepala serangga tersebut. Pemisahan kepala mengirim impuls elektris kepada sistem syaraf yang menyebabkan timbulnya rangsangan seksual. Separuh badan yang tertinggal dari lebah yang sudah tidak berkepala lagi tersebut kemudian diremas untuk memaksanya ejakulasi.

 

# Madu dapat menyebabkan botulism (penyakit akut yang melumpuhkan yang disebabkan oleh botulin, terutama yang terdapat pada makanan), lihat Vegan Nutrition: Pure and Simple,oleh Dr. Michael Klaper, M.D. Madu sesungguhnya adalah makanan ‘muntahan’, madu memang adalah makanan serangga, bukan makanan manusia.

 

# 98% bagian dari madu adalah gula, mudah mencari penggantinya. Pemanis seperti sirup maple, barley malt, gula kelapa, atau sorghum lebih baik daripada madu.

 

 

GELATIN

Digunakan pada film (foto), film fotografis, kebanyakan permen, makanan pencuci mulut, obat-obatan, dan produk-produk lain. Gelatin; terbuat dari tulang-tulang, kulit, dan otot binatang rebus, sering sulit untuk dideteksi atau dihindari — tetapi dapat dengan mudah digantikan dengan agar-agar, guar (Cyamopsis tetragonoloba) gum and carrageenan (karagen) yang berasal dari rumput laut. Sesungguhnya, ada alternatif-alternatif lain untuk film fotografis, namun tidak/belum digunakan karena gelatin lebih murah. Untunglah, kamera-kamera dengan hasil terbaik akan segera bersifat elektronis.

 

 

KULIT, BULU

Jarang di ketahui bahwa kulit sering merupakan bagian yang paling berharga dari seekor binatang: jika petani/ peternak tidak dapat menjual kulit-kulit maka daging dan produk hewani lainnya akan segera menjadi ‘begitu mahal’ sehingga hanya sedikit orang yang mau membeli.

 

* Proses produksi kulit (perendaman, pemberian warna, pengeringan, sentuhan akhir) menghabiskan banyak energi dan menggunakan bahan-bahan kimia yang menyebabkan polusi dan beracun (PCBs, senyawa-senyawa chromium).

 

* Penangkapan dan pemeliharan binatang- binatang untuk mengambil bulu mereka adalah proses yang sangatlah mengerikan dan menjijikkan. Binatang-binatang di pertanian bulu hidup di kandang-kandang kecil dan biasanya menderita kekurangan gizi. Mereka dijauhkan dari segala yang mungkin mereka dapatkan di alam bebas, dan tidak dapat mengikuti instink alami mereka. Proses kematian mereka biasanya sangatlah menyakitkan – pemberian aliran listrik pada anus adalah metode yang yang paling umum digunakan. Di beberapa negara, China, sebagai contoh, binatang-binatang (termasuk kucing dan anjing) dikuliti hidup-hidup. Suatu hal yang terlalu mengerikan untuk dibayangkan.

 

Binatang-binatang yang masuk ke dalam perangkap seringnya akan mencoba untuk membebaskan diri dengan cara mengunyah kaki/lengan/sayap mereka. Terlepas dari berhasil atau tidaknya mereka, mereka biasanya mati kehabisan darah.

 

* Alternatif-alternatif untuk kulit dan bulu – lebih murah dan lebih bagus/ awet. Salah satunya, “Lorica”, ‘berpori’ (untuk aliran udara), lebih kuat, tahan air, garam, dan kebanyakan bahan kimia lainnya. Jauh lebih awet daripada kulit – tidak ada lagi alasan untuk menggunakan kulit binatang sekarang ini, kecuali bila di tempat/ sekitar kita tinggal tidak tersedia bahan lainnya. Situasi-situasi seperti inilah yang akan sama-sama kita ubah.

 

 

WOL

Bahkan orang-orang tertentu yang mengaku sebagai vegan gagal menyadari kekejaman yang digunakan pada saat pengadaan wol…

 

* Di alam bebas, domba menghasilkan wol untuk menjaga suhu tubuh mereka, tetapi pengembangbiakan secara ilmiah telah mengubah mereka menjadi mesin-mesin penghasil wol, sering berat wol menjadi separuh dari keseluruhan berat tubuh mereka. Pada saat cuaca panas, domba-domba sering mati kepanasan, dan di Australia saja satu juta domba mati setiap tahunnya, akibat kedinginan setelah pemotongan wool mereka.

 

# Untuk mencegah adanya serangga-serangga kecil pada lipatan-lipatan kulit disekitar ekor domba, para petani sekarang megadakan operasi tanpa obat anti rasa sakit, disebut “mulesing”, di mana bagian-bagian dari daging dibuang, meninggalkan luka yang menyakitkan.

 

# Domba diperlakukan dengan kasar pada waktu pemotongan bulu, sebagai akibatnya goresan-goresan dalam yang serius dan posisi (tulang) paha yang bergeser sering terjadi.

 

# Hanya di Australia saja, sekitar 10 juta domba mati setiap tahunnya ketika mereka baru berumur beberapa hari. Penyebab utamanya adalah jumlah domba jauh melebihi kemampuan pekerja peternakan yang ada.

 

 

SUTERA

Sepotong kain sutera, meskipun merupakan bahan yang cantik, ratusan atau ribuan ulat sutera direbus hidup-hidup untuk menghasilkannya.

 

 

GULA

‘Pemutihan’ gula sering berarti penggunaan arang tulang binatang sebagai penghilang warna. Cara yang digunakan berbeda antara satu negara dengan negara lainnya, antara gula tebu dan gula beet, antara gula putih dan gula merah/coklat sehingga sangatlah sulit untuk mengetahui kebenarannya. Jalan keluar terbaik adalah salah satu dari ini : menghindari gula atau menggunakan gula yang tidak melalui proses ‘pemutihan’.

 

 

DOWN (Bulu-bulu)

Biasa ditemukan pada bantal, kasur lipat, dan pakaian tebal (untuk cuaca dingin). Masih sedikit sekali yang menyadari bagaimana cara bulu-bulu ini diambil dari unggas.

 

* Cara yang umum digunakan sekarang ini adalah dengan mengikat unggas-unggas yang ketakutan tersebut pada kaki mereka diikuti dengan mendongakkan leher mereka dan dimulailah pencabutan seluruh bulu badan mereka. Para dokter hewan telah menggambarkan proses ini sebagai “teramat kejam sekali”.

 

# Bagi angsa, siksaan ini dimulai ketika mereka berumur 8 minggu dan diulangi setiap 8 minggu dua atau tiga kali lagi. Burung-burung ini kemudian dipotong.

 

# Bagi ‘yang beruntung’ proses pencabutan dimulai setelah mereka mati.

 

# Pengganti bulu tidak hanya lebih murah, namun juga lebih tahan panas dan awet. Ekspedisi-ekspedisi ke Artik dan antartika biasanya memakai serat-serat buatan manusia.

 

 

PERLENGKAPAN RUMAH TANGGA (SELAIN MAKANAN)

Kosmetik, bahan-bahan pembersih dan produk- produk kebersihan untuk manusia biasanya memiliki kandungan hewani, dan hampir semuanya pernah diujikan pada binatang dengan cara memaksa mereka menelannya atau meneteskannya ke mata mereka. Jika Anda tidak dapat menemukan produk yang berlabel “Bebas Kekejaman”, “Tidak diujikan pada Binatang” atau “Tidak Mengandung Unsur Hewani”, biasanya ada penggantinya yang tersedia di alam.

 

 

PEMBEDAHAN, UJI COBA PADA BINATANG

Atas nama penelitian ilmiah berjuta-juta binatang melewati saat-saat mengerikan yang tidak terbayangkan. Yang beruntung segera mati.

 

* Kebanyakan produk yang bertanda ‘Baru!’ telah diujicobakan pada binatang. Karena sebagian besar produk yang bukan makanan tidak secara lengkap menuliskan daftar bahan mereka para vegan harus bertanya pada produsen. Gunakanlah produk-produk “Bebas Kekejaman” atau pengganti-pengganti alaminya.

 

# Untungnya kini para murid yang menolak untuk berpartisipasi dalam pembedahan binatang, yang biasanya terdapat dalam kurikulum sekolah, mempunyai kemungkinan ‘didengar’ yang lebih besar.

 

 

VAKSIN, OBAT-OBATAN

Industri obat-obatan kelihatannya semakin giat dalam menggunakan dokter sebagai boneka mereka. Industri ini sebagian besar ada untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya – sering dengan mengorbankan binatang. Untuk masa sekarang ini benar-benar sulit untuk menemukan obat-obatan yang bersifat vegan, meskipun bahan-bahannya vegan ada saja kemungkinan obat-obatan tersebut telah diujikan pada binatang dengan alasan keselamatan manusia.

 

* Pembuatan vaksin menggunakan banyak bahan hewani: gelatin (lihat diatas), embrio ayam, ginjal monyet, sel manusia, sel guinea pig (marmut), dan seterusnya. Kultur-kultur sel dipelihara / dirawat dengan serum darah dari anak-anak sapi. Sangatlah mungkin penyakit-penyakit dan DNA dari binatang ikut tersuntikkan langsung ke dalam tubuh manusia. Terlepas dari digunakannya produk hewani, vaksin diproses menngunakan aluminium dan formaldehyde (karsinogen manusia), dan diawetkan dengan thiomerosal (turunan air raksa yang merupakan racun yang mematikan).

 

# Ada banyak problem kesehatan yang mungkin bermula dari penggunaan vaksin. Yang teringan adalah demam, kemudian kerusakan otak, sampai pada kematian. Ada banyak bahan penelitian yang mengungkapkan bahaya-bahaya yang mungkin dari vaksin.

 

# Cara terbaik untuk mendapatkan kekebalan alami adalah melalui pembangunan sistem kekebalan yang sehat dengan cara menyeleksi makanan yang kita makan dan gaya hidup yang baik. Konsumsilah buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan; lebih baik lagi jika mereka ditanam secara organis, bebas dari pengawet dan melalui pemrosesan yang sesedikit mungkin. Berolahraga dan hindarilah obat-obatan dan perangsang buatan. Jalan yang harus ditempuh para ilmuan masih sangatlah panjang sebelum mereka berhasil memperbaiki kondisi alam!

 

 

SIRKUS-SIRKUS

Tempat-tempat yang ceria, riuh-rendah dengan badut-badutnya tersenyum dari waktu ke waktu! Kelihatannya semua yang hadir di sana sedang bergembira… kecuali para binatangnya. Melakukan perjalanan jauh setiap harinya diantara pertunjukkan yang satu dengan pertunjukkan yang lainnya, dipaksa melakukan trik yang berbahaya dan memalukan setiap harinya, dan menghabiskan hidup mereka di lingkungan yang tidak alami: itulah kenyataan bagi para binatang di sirkus.

 

* Gajah-gajah dipaksa berdiri diatas kotoran mereka, dirantai pada satu tempat, yang dapat berlangsung selama 100 jam, ketika sedang dipindahkan dengan kendaraan-kendaraan yang tidak nyaman yang terlalu dingin atau terlalu panas. Gajah-gajah memiliki tiga kebutuhan dasar: Sayur-sayuran/ tumbuh-tumbuhan segar sebagai makanannya, hubungan keluarga, dan kebebasan bergerak. Tidak satupun terpenuhi di lingkungan sirkus. Di dalam kerangkeng, bayi-bayi gajah diambil dari ibunya pada umur satu tahun dan dilatih dengan cara-cara yang memaksakan kehendak dan menyiksa. Banyak gajah mati sebelum saatnya karena kondisi hidup mereka yang tidak sehat dan penuh dengan tekanan-tekanan.

 

Gajah-gajah liar hidup dalam kawanan-kawanan/ kelompok-kelompok dan memiliki keluarga besar dengan ikatan sosial yang kuat. Bayi-bayi gajah hidup sangat dekat dengan ibunya sampai 3 tahun pertama hidup mereka, dan gajah-gajah betina menetap dalam keluarga besar sepanjang hidup mereka. Mereka menjelajah sampai sejauh 25 mil (40 km) setiap hari untuk mencari makanan dan air. Mereka mandi debu dan menemukan kenyamanan di musim panas dengan cara berendam di air atau berdiri di keteduhan…

 

# Beruang-beruang, kucing-kucing eksotis dan binatang-binatang lainnya juga menderita, tidak ada tempat untuk bergerak/berpindah, kehidupan keluarga, atau makanan alami mereka.

 

# Binatang-binatang besar dan berbahaya dilatih dengan cara menakut-nakuti mereka dan intimidasi. Bukanlah merupakan suatu hal yang baru bagi para gajah jika mereka diikat dan dipukuli selama berhari-hari pada waktu-waktu tertentu pada saat mereka dilatih untuk ‘patuh dan tampil’. Selama masa latihan mereka dan selama hidup dalam kerangkeng mereka gajah-gajah dipukuli dengan tongkat-tongkat berat, dikejutkan dengan listrik, ditusuk dengan kait tajam dan dicambuk.

 

 

KEBUN BINATANG, AKUARIUM

Sebagian besar dari kita pernah mengunjungi kebun binatang dan telah melihat binatang-binatang tersebut dalam keadaan yang menyedihkan dan tertekan. Beberapa orang berpendapat bahwa kebun-kebun binatang diperlukan untuk menyelamatkan beberapa jenis/ species tertentu yang jika tidak dikurung di dalam kebun binatang akan menjadi punah. Kenyataan yang menyedihkannya adalah, kebanyakan kebun binatang didirikan semata-mata untuk keuntungan dan kesejahteraan binatang-binatangnya dinomorduakan. MVMI menyarankan Anda untuk menemukan bentuk-bentuk hiburan lain bagi teman-teman dan keluarga Anda …

 

* Kebun-kebun binatang adalah penjara-penjara bagi binatang, sangat sedikit usaha yang dilakukan untuk menciptakan lingkungan-lingkungan yang lebih alami. Satu-satunya perbedaan dengan penjara untuk manusia adalah setiap orang dapat melihat kesedihan dari para binatang di dalam kurungan-kurungan dan aquarium-aquarium mereka.

 

* Akibat dari pemenjaraan ini termasuk kebosanan, tingkah-laku neurotis (gangguan syaraf) dan menjadi jauh, sedemikian jauh, dari habitat asli mereka.

 

* Kebun-kebun binatang adalah bisnis (usaha dengan tujuan mencari keuntungan)dan biasanya harus menghasilkan keuntungan agar tetap buka/ berjalan. Hal ini sering berarti menjual, menukar atau membuang kelebihan binatang.

 

* Pada kebun-kebun binatang dimana kita boleh menyentuh, binatang-binatang kecil kadang-kadang mengalami ketidaknyamanan karena diperlakukan secara kasar oleh anak-anak yang terlalu bersemangat dan yang tidak tahu bagaimana cara berhadapan dengan binatang secara benar.

 

* Taman-taman laut buatan adalah salah satu contoh paling buruk dari kehidupan binatang-binatang yang dipenjara demi keuntungan dan sarana hiburan manusia. Mereka tidak dapat memperlihatkan keanggunan dan tingkah-laku alami dari lumba-lumba, paus, putri duyung (manatee) atau binatang- binatang penghuni laut lainnya-yang seharusnya hidup di samudera-samudera yang ribuan kilometer luasnya bersama keluarga mereka masing-masing namun berakhir di kolam-kolam dan tanki-tanki dengan obat pembersih.

 

 

TOKO BINATANG PELIHARAAN

Vegan memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang memiliki binatang piaraan: beberapa percaya bahwa hal ini adalah pemenjaraan sedangkan yang lain berpendapat bahwa binatang-binatang tersebut gembira bersama teman-teman manusia mereka. Bagaimanapun, kebanyakan vegan setuju bahwa ‘industri binatang piaraan’ adalah industri yang menyedihkan yang bertujuan menangguk keuntungan yang sebanyak-banyaknya.

 

* Begitu banyaknya binatang yang berakhir di tempat-tempat penampungan sehingga 7 juta binatang dibunuh setiap tahunnya, karena tidak menemukan orang yang mau mengadopsi.

 

# Setiap kali seseorang membeli seekor anak anjing dari toko, anak anjing yang lain yang berada di penampungan dibunuh.

 

# Sebagian besar anjing-anjing kecil di toko binatang piaraan berasal dari tempat-tempat pembiakkan yang disebut “puppy mills”, tempat ibu-ibu anjing menghabiskan hidup mereka dalam kandang-kandang yang sempit, kotor, melahirkan anjing demi anjing. Para ibu dibunuh setelah tubuh mereka kelelahan dan tidak mampu memproduksi cukup anak anjing.

 

# Beberapa anjing berkaki cukup kecil untuk jatuh ke celah-celah di kandang mereka, sehingga mereka menghabiskan hidup mereka berusaha menjaga keseimbangan di atas kawat.

 

# Anjing-anjing akan terus dibunuh di tempat-tempat penampungan, kecuali perdagangan anak anjing dihentikan… jika Anda benar-benar menginginkan seekor binatang piaraan/teman, ingatlah untuk selalu terlebih dahulu mengunjungi tempat-tempat penampungan. Juga, ingatlah untuk memandulkan (dengan operasi kecil) anjing atau kucing Anda untuk mengurangi jumlah binatang yang tidak diinginkan.

 

 

MUTIARA, GADING…

Banyak binatang menghasilkan bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai hiasan yang hanya akan kita dapatkan melalui penderitaan dan kematian mereka. Seperti biasa, kesejahteraan binatang jarang dipikirkan oleh mereka yang semata-mata berusaha memupuk keuntungan.

 

<!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Mutiara-mutiara adalah hasil dari kesakitan. Ketika cangkang dari kerang dirusak atau menjadi sedikit terbuka oleh cacing atau parasit yang bosan, suatu materi dari luar, biasanya bijih kecil atau pasir, masuk. Bagian dalam cangkang kerang yang lunak dinamakan “nacre”. Ketika sebuah bijih masuk kedalam suaru cangkang, sel-sel nacre menjadi sibuk. Mereka menutupi bijih pasir tersebut dengan lapisan demi lapisan nacre dalam usaha untuk melindungi tubuh lunak dari kerang. Hasilnya, sebuah mutiara yang cantik terbentuk. Kerang yang tidak dilukai tidak menghasilkan mutiara — karena mutiara adalah luka yang sembuh.[]

 

 

Source: http://www.i-v-s.org/indveganfaq.html