Woro-woro!

Sumbangkan komentar, ide, opini atau pendapat Anda untuk fenomena : Vegetarian Bukan Milik Agama tertentu melainkan sebuah Pilihan Universal. Tolong bantu informasikan pada teman-teman yang lain bisa dengan: copy paste halaman ini dan sebarkan via imel dan respons balik tolong diteruskan ke infovegetarian2008@gmail.com

caranya: dapat langsung memberi komentar di blog ini https://onlyoneearth.wordpress.com atau mengirimkan opini Anda ke infovegetarian2008@gmail.com. semua komentar, opini akan diusulkan untuk dimuat dalam majalah Info Vegetarian edisi 2. Sebagai apresiasi, partisipan akan kami kirimkan file pdf majalah info vegetarian edisi 1ke imel Anda.

terima kasih atas partisipasinya

ps. jajak respons (komentar, opini, pendapat) yang akan diusulkan hanya yang masuk sebelum tanggal 20 Oktober 2008

Dewi Lestari berkata:

“Sejujurnya saya tidak menjadi vegetarian karena Buddhism. Murni karena faktor lingkungan. Saya sudah tertarik dan mempelajari Buddhism sejak tahun 2000, tapi belum menggerakkan saya untuk bervegetarian (yes, Buddha dipercaya adalah seorang vegetarian). Dan tidak semua umat Buddha juga vegetarian. Terkecuali aliran Mahayana dan Maitreya, tidak semua umat Buddha memilih bervegetarian.

Bagi saya, isu “conscious eating” sudah seharusnya lintas agama, kepercayaan, dan budaya. Kita tinggal mawas diri akan apa yang terjadi dalam diri dan pada dunia, niscaya itu akan menuntun kita untuk menentukan pilihan yang lebih bijak. ”

~ D ~

22 May, 2008

http://dee-idea.blogspot.com

Prof Prasasto Satwiko (Guru Besar Fak Teknik Arstitektur Univ Atmajaya)

YOGYAKARTA, KAMIS 10 July 2008 – Menjadi vegetarian adalah gaya hidup, bukan mengikuti aliran terkait agama tertentu. Alasan utama menjadi vegetarian biasanya demi kesehatan. Namun di sejumlah negara maju, alasan tadi telah bergeser menjadi demi lingkungan dan etika.

Sementara di Indonesia, seperti dikemukakan Koordinator Pusat Studi Energi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Prasasto Satwiko, vegetarian banyak dianggap berkaitan dengan ajaran agama tertentu. Belum dipandang sebagai gaya hidup.

Kaum vegetarian baru di negara-negara maju sekarang menempatkan lingkungan dan etika sebagai alasan, ujarnya Kamis (10/7). Lingkungan dipakai sebagai alasan karena pemakaian energi untuk menghasilkan daging teramat mahal dan merusak alam.

sumber:http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/10/19505483/vegetarian.sekarang.jadi.gaya.hidup