sumber: http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1211787432,89991,


Gizi.net – THE 3RD SOUTHEAST ASIAN VEGETARIAN CONGRESS
24-25 Mei 2008, Jakarta International Expo, Gedung Niaga Lantai 6Pada tanggal 24-25 Mei 2008, Indonesia Vegetarian Society (IVS) yang mempunyai Sekretariat Pusat di Royal Progress International Hospital, Jl. Danau Sunter Utara, Sunter Paradise I, Jakarta Utara 14350, telah mengadakan Kongres Vegetarian wilayah Asia Tenggara dengan thema Vegetarian, Gaya Hidup Sehat Alami dan Ramah Lingkungan. Kongres dihadiri oleh Perkumpulan Vegetarian Asia Tenggara seperti dari Thailand, Malaysia, Singapura dan dari Indonesia sendiri. Pembicara adalah para pakar gizi manca negara dan dari Indonesia sendiri. Kongres diramaikan dengan 50 stand berpartisipasi dalam pameran yang bertemakan vegetarian. Berbagai restoran, pabrik bahan makanan vegetarian, supplier bahan makanan no hewani serta food supplement bahan alami dan lain-lain.

Secara resmi The 3rd Southeast Asian Vegetarian Congress dibuka oleh Direktur Bina Gizi Masyarakat, Departemen Kesehatan RI yang diwakili oleh DR. Dr. Anie Kurniawan, MSc, SPGK – Kasubdit Bina Gizi Klinik, Direktorat Bina Gizi Masyarakat. Berikut ini Sambutan Direktur Bina Gizi Masyarakat – Departemen Kesehatan RI pada acara pembukaan Kongres Vegetraian Ketiga wilayah Asia Tenggara.

Sambutan Direktur Bina Gizi Masyarakat, Departemen Kesehatan RI
President of Asian Vegetarian Union (AVU)
President of Vegetarian Society from (India, Malaysia, and Singapore)
Ketua Operasional Indonesia Vegetarian Socieety (IVS) dan
Saudara –saudara Peserta Southeast Asian Vegetarian Congress 2008 yang berbahagia.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, bahwa atas karunia-Nya kita diberikan kesehatan sehingga kita semua dapat berkumpul bersama menghadiri acara “Southeast Asian Vegetarian Congress 2008” dengan tema “Vegetarian, Gaya Hidup Sehat Alami dan Ramah Lingkungan”, yang diselenggarakan pada tanggal 24 – 25 Mei 2008.
Saya menyampaikan penghargaan atas undangan dari Indonesia Vegetarian Socieety (IVS) untuk membuka kongresVegetarian wilayah Asia Tenggara. Saya menyambut baik kongres ini. Sebagaimana kita ketahui bahwa makanan yang sehat, aman dan bergizi merupakan kebutuhan pokok setiap insan manusia untuk hidup . Makanan yang mengandung zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat) dan air sangat penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak terutama pada masa bayi, anak dan remaja.
Kita semua menyadari, bahwa pada era globalisasi, dimana persaingan semakin ketat dalam berbagai sektor kehidupan, dibutuhkan sumber daya manusia yang sehat, energik, dan kreatif yang mampu menghadapi semua tantangan. Untuk mencapai SDM yang berkualitas, pemilihan menu makanan sangat penting bagi setiap individu guna mencapai status gizi dan kesehatan yang prima.
Sementara pada kondisi saat ini, dunia masih menghadapi beban masalah gizi ganda (double burden). Kasus gizi buruk terutama pada anak masih banyak ditemui disatu sisi, namun di sisi lain peningkatan prevalensi penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, hipertensi dan diabetes mellitus mulai meningkat pada usia dewasa dan lanjut. Kenaikan beban akibat penyakit degeneratif atau Penyakit Tidak Menular (PTM) secara global menunjukkan angka yang memprihatinkan. Menurut perkiraan WHO, Penyakit Tidak Menular menyebabkan 56 % dari semua kematian dan 44 % dari beban penyakit dalam negara-negara wilayah Asia Tenggara. Hampir setengah dari kematian terkait Penyakit Tidak Menular terjadi secara dini pada mereka yang berusia dibawah 70 tahun. Transisi epidemiologi yang diamati pada negara-negara Asia Tenggara ada kecenderungan umur penderita bergeser ke usia muda (35-60 tahun) yang memperlihatkan angka kematian tinggi. Hal ini sangat merugikan, bila terjadi pada kelompok usia produktif yang berdampak bagi ekonomi keluarga dan masyarakat. Ternyata Penyakit Tidak Menular juga meningkat prevalensinya diantara negara-negara berkembang yang miskin.

Saudara-saudara sekalian yang berbahagia,
Saat ini kita juga dihadapkan pada permasalahan lingkungan, pencemaran lingkungan, udara, air maupun pencemaran makanan. Kemajuan teknologi pangan berdampak pada kualitas makanan yang dipasarkan. Namun sebagian produk makanan tersebut kurang sehat dimana mengandung kalori, protein dan lemak tinggi. Bahkan sering kali menggunakan bahan pengawet dan penambah rasa yang berdampak negatif bagi konsumen. Perubahan gaya hidup manusia, dimana konsumsi makanan atau diet tidak sehat dan seimbang, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok meningkatkan risiko terjadinya Penyakit Tidak Menular. Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), 2004 menunjukkan bahwa penduduk Indonesia unur diatas 15 tahun kurang mengkonsumsi sayur dan buah, sementara konsumsi protein, garam dan gula tinggi.

Saya berpendapat bahwa kongres ini sangat bermanfaat untuk menyadarkan masyarakat agar merubah kebiasaan makan menuju Keluarga Sadar Gizi (KADARZI), dimana setiap anggota keluarga sadar akan kebutuhan makanan yang beraneka ragam, untuk kesehatan diri dan keluarganya. Bagi kelompok Vegetarian, pola makan serta pilihan mengkonsumsi jenis makanan tertentu, sangat kami hargai. Apalagi hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup, khususnya untuk mencegah terjadinya Penyakit Tidak Menular.

Kami mengharapkan agar edukasi gizi yang dilakukan oleh kelompok Vegetarian ini dapat mendorong penurunan prevalensi Penyakit Tidak Menular.
Namun kami juga mengingatkan pada masa pertumbuhan dan perkembangan, seperti pada ibu hamil, bayi, anak dan usia remaja sangat diperlukan sumber pangan yang beraneka ragam, hewani maupun nabati guna mencapai tumbuh kembang yang optimal.

Saudara-saudara sekalian yang berbahagia,
Gaya Hidup Sehat Alami dan Ramah Lingkungan yang dijalankan oleh Kelompok Vegetarian sejalan dengan semangat dunia “Back to Nature” atau kembali ke alam, dimana menpromosikan kembali penggunaan bahan pangan lokal yang sehat, seimbang dan sesuai dengan budaya setempat, sangat kami dukung. Karena dengan pola konsumsi yang menggunakan bahan nabati, akan menghindari konsumsi kolesterol dan lemak jenuh. Namun perlu diperhatikan sumber bahan makanan spesifik untuk pemenuhan seluruh kecukupan zat gizi, karena ada beberapa zat gizi tertentu yang penting untuk metabolisme tubuh tetapi tidak terdapat pada pangan nabati. Dengan demikian saya mengharapkan pada kongres ini, juga dapat memberikan informasi tentang bahan makanan atau pangan spesifik yang dapat menjadi sumber zat gizi pilihan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi individu.

Saudara-saudara sekalian yang berbahagia,
Kepada seluruh peserta, saya menyampaikan selamat mengikuti kongres, upaya saudara untuk dapat hadir ditempat ini merupakan motivasi untuk menuju “Gaya Hidup Sehat Alami dan Ramah Lingkungan”.
Kepada panitia, saya sampaikan penghargaan atas kerja keras, semoga membuahkan hasil yang bermanfaat bagi masyarakat. Pada akhirnya, atas nama Ibu Direktur Bina Gizi Masyarakat “Southeast Asian Vegetarian Congress, year 2008” dengan tema “Vegetarian, Natural Healty Lifestyle and Eco-friendly” secara resmi dibuka.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jakarta, 24 Mei 2008

Direktur Bina Gizi Masyarakat
TTD
Dr. Ina Hernawati MPH
(Sumber Berita :/B/ Subdit Bina Gizi Klinik)