Nara
Apakah ini berhubungan dengan ego? Berdamai dengan ego susahnya minta ampun. Posting yang saya ambil dari intisari tsb. saya gunakan sebagai alat untuk menenangkannya. Ego itu menyiksa dan menghambat pertumbuhan pribadi untuk berhadapan dengan kenyataan.

Chindy

Emang kata ego sering banget kita sebut-sebut, tapi ujud riil seriil2nya seperti apa kita masih kabur…mungkin karena kita juga masih kabur dengan siapa kita ya…ego yang kasar dapat dengan mudah kita kenali namun ego yang halus, sulit Nara tapi bukan berarti tak bisa.  Mungkin karena kita masih ada pemisahan, pembedaan, masih kecekok dualitas, siapa loe siapa gue. loe ya loe, gue ya gue. menurutku ini adalah salah satu bentuk salah kaprah kita pada wilayah otoritas diri. Batasan aku palsu belum terlihat jelas. Aku palsu adalah wajah lain ego. Dan lagi-lagi perjalanan mengenal aku palsu adalah upaya mengenal aku yang sebenar-benarnya.  Aku palsu inilah yang memalsukan, mengaburkan pandangan kita akan keadaan azali sesuatu.

salah satu cara yang cukup membantu mungkin  dengan belajar melepaskan penilaian. bebas penilaian, akan bebas label terhadap siapa pun dan apa pun. dengan demikian sikap bisa lebih luwes, apa adanya. menerima realitas apa pun apa adanya. agak bingung ya.  mungkin dengan ilustrasi dapat sedikit membantu. Ketika menunggu bus dari klaten-yogya saya berlindung di bawah pohon kersen. iseng saya memegang dahannya, yang ternyata setelah saya ikuti ke atas, ternyata itu adalah ekor kadal. kaget bukan main, pegangan saya lepas dan melompat menjauhi dahan tersebut. gradakan setengah mati, gludag-gludag g karuan. Jantung berpacu dengan sangat cepat. Namun seketika itu saya berpikir, mengapa saya demikian takut pada kadal tsb? Padahal kadal itu tetap ayem kalem di tempatnya. tidak ketakutan atau lari. Dia tetap menikmati rehatnya. Persepsi saya tentang kadal itulah yang membuat jarak, yang membentang takut dan curiga. Kita memang kadung dibentuk oleh persepsi yang menutup realitas objek yang sebenar-benarnya. Kadal yang tidak sedikit pun curiga apalagi takut pada saya namun saya takuti dan curigai setengah mati. Hingga saya tidak bisa menerima keberadaaan kadal apa adanya. agak rumit? mudah-mudahan tidak ya…

Ego juga menyangkut pilihan persepsi kita tentang diri dan orang lain. salah satu cara saya untuk mengujinya adalah mengkonfrontirkan pilihan tsb dengan segala kepentingan. berbuntut pada kepentingan siapakah pilihan tsb? jika semata untuk diri sendiri, bolehkah saya katakan itu ego. ego punya seribu satu cara dari yang paling kasar sampe paling halus untuk melindungi kepentingan diri tsb.

@ Chaiyen

cinta. hangatkan secangkir kopi. dan hati
adalah cinta. yang ajarkan kita teteskan airmata
juga cinta yang beri semangat untuk jalani hari dengan hati yang tak berpihak
juga sebaliknya ya cing
dalam hati yang tak memihak, cinta tunjukkan ada
dalam air mata, cinta katakan ada
dalam secangkir kopi, cinta inkarnasikan diri. dengan cara yang semesti )

Chindy

sie-sie ce atas inspirasinya. kita semua sedang meraba-raba seperti apakah wajah cinta. seperti apakah getarannya. April lalu, saat ngurus persiapan seminar di magelang, ada pengalaman yang rekamannya masih utuh dibenak saya. Ketika sedang menunggu jemputan di terminal bus, tanpa sengaja mata saya tertumbuk pada geliat seekor ulat yang berontak karena dikerubungi semut. Hati saya tak tahan, saya dekati dan ketuk-ketuk daerah sekitar ulat tersebut, alhasil semut-semut berlarian menjauhi sang ulat. lega sekali rasanya. mungkin saat lega memenuhi hati saya, saat itulah wajah saya menyiratkan cinta. dan ketika saya memilih tidak mengabaikan susah hati sang ulat untuk melepaskan diri dari ancaman maut, saat itulah saya merasakan getaran cinta