Dari kos Riri, saya terus bablas ke klaten. Selasa, 5 des 06 terhitung hari pertama saya dinas lagi..dalam perjalanan, di badan jalan mata saya tertumbuk dengan jasad seekor tikus, ada lumuran darah di sekitar kepalanya. Tak sampai hati saya membayangkan apa telah terjadi pada tikus tersebut. Mungkin dia kena perangkap, terus batok kepala digebukin hingga retak dan pecah. Impas, kata salah satu teman saya ketika saya tanya kenapa sih bangkai tikus sering dibuang di tengah jalan. Impas untuk perbuatan tikus yang sering merusak, mencuri barang dagangan grosir cemilan punya teman saya. Impas juga untuk aset 6juta rupiah hasil panenan rekan saya yang habis digerogoti tikus. “Kenapa saya harus tak sampai hati  untuk membanting dan memukulnya kata teman saya, greget!

Sobat, kiranya apa maksud Tuhan menciptakan Tikus? apakah hanya untuk jadi “musuh” ekositem semata?