Seminggu sebelum ketemu bangkai tikus yang belum keinjak, kelindas kendaraan. Di tempat yang sama, tikungan di jalan belakang gedung STTNAS, saya jumpa bangkai yang sudah trepes, lepes kelindas roda kendaraan. Hati berat setiap melewati jalan ini, selalu ada dorongan untuk mengubur bangkai tersebut, tapiii, hampir selalu saya sedang kesusu, ngejar waktu janjian, inilah, itulah…

Sampai selasa kemarin, jumpa dengan jasad yang masih utuh, saya hentikan motor. Turun menggeser jasad ke tepi jalan, lega hati saya. Setidaknya ada satu yang luput dari ujung hidup yang mengenaskan, jasad sengaja dibuang agar terlindas,hingga terburai daging dan isi perut. Kenapa hati kita bisa tegel sampai level ini ya?