Tak terasa, sungguh sekedipan mata tahun 07 kini berlalu..

Waktu,laksana panggung virtual terbentang entah mana awalnya dan entah pula kan berakhir diujung mana… Tek..tek..tek..satu detik melangkah meninggalkan detik lainnya. Ketika manusia mencoba mengurai guratan-guratan yang telah dilukiskannya di atas kanvas waktu, takjub kita mendapati.

Peradaban materil melesat sedemikian dahsyat. Pencapaian kemajuan dunia benda telah sampai pada level nano teknologi. sebutir pasir dapat disalin rupa menjadi nanokomposit yang lebih keras dari intan sekalipun. Kualitasnya dapat diupgrade 1000x dari sifat dasarnya. Namun ketika manusia mencoba merefleksi, sudah sampai titik manakah peradaban spiritualitasnya? Evolusi sense of truth hati manusia seolah tidak tidak bergerak kemana-mana. Hati dibiarkan kosong karena betah berkutat pada segala rupa tetek bengek superfisial.

Apa yang menjadi penting sekarang adalah APA YANG ANDA PUNYAI bukan SIAPA ANDA? Apakah Anda punya kulit menawan? Putih, kinclong, bebas keriput? Seperti yang pernah dikeluhkan seorang rekan saya,hal yang paling ditakutkannya adalah menjadi tua. Tak ayal,ajakan suntik vitamin c pun disambut. Demi menghambat penuaan dalihnya. Demikianlah sahabat, manusia-manusia sekarang ramai yang memilih mengisi kepala dan hatinya dengan superfisial, artifisial matter. Ramai pulalah manusia bertopeng yang ditelorkan dari berhala ujud ini.

Manusia yang rela disiksa oleh cemas dan khawatir ketika waktu menggerogoti elastisitas kulitnya. Rela dikuasai oleh minder jika kulit tak cukup putih,hidung tak cukup mancung,mata tak cukup belo’,hidup guncang oleh segala masalah rupa ini. Tak heran bila di Korea Selatan trend bedah plastik tak tanggung2. Bukan sekali dua kali, bisa sampai puluhan kali! Make over kata orang2 Sekali lagi, wajah peradaban kini lebih banyak menelorkan spesies manusia topeng! Manusia yang memilih menggadaikan hidup dan hatinya pada segala bentuk kepemilikan…