Hari ini, selasa, 1 November 2006, Jogja gerah jauh dari biasanya. Sejak pagi rekan-rekan di Prima Medika seturunnya dari lantai 2 mesti gumon,”Wuuih sumu’e”. Seperti wajib lapor saja, pertama mas Gani lalu mbak Tina, di sambung mbak Retno, terakhir mbak Indah. Sumu’.. sumu’..sumu’..sampe malam  lepas bakti puja, teman-teman juga pada koor dengan bahasa yang sama,”kok panas sekali ya”. Semua bertanya-tanya kenapa hujan tak kunjung membasahi Jogja. Sau Liang bilang,”Padahal Pekan Baru belakangan ini hampir tiap hari hujan.”  

Lalu? Lalu..lalu..siapa yang punya jawab kapan hujan akan turun di Jogja? Bisa jadi mbah Marijan. Nah lo…yang benar saja, hehe. Mungkin ada benarnyalah. Tempo hari saat lava gunung Merapi  teraduk-aduk, mendidih seolah siap muncrat. Semua warga Jogja dicemaskan oleh skenario terburuk kalau sampai hujan deras turun karena prediksi terdekat akan berakibat banjir lava. Mungkin saja, mungkin saja untuk mengantisipasi ini mbah Marijan mengirim pesan singkatnya, mantra penangguh hujan. Status mantra masih on, bablas sampai sekarang. Lupa di switch off. Alhasil, di tempat lain sudah lega terbasahi hujan, sementara di Jogja butir-butir hujan cuma bisa menggantung tertahan di pucuk awan, tak berani turun masih sabar menunggu SK terbaru, mantra peluruh hujan.  

Ya ampun Cing, tolonglah yang benar saja kalau beri info.  Lha..analisa terhadap suatu kemungkinan bisa apa saja kan. Lagian orang-orang kita lebih nyantol dengan analisa versi dunia non kasat mata. Buktinya, untuk lumpur Lapindo saja, negeri ini menggiring sekian puluh cenayang dari seantero tanah air. Saat Merapi batuk terus, seribu satu pantangan yang digariskan dipatuhi dengan cermat. Dari masak 9 macam sayuran, sayur lodeh, waluh, daun so, kacang panjang, sampai sajen aneka kembang. Serentak bisa dilakukan.  

Andai saja, keserentakan ini bisa berlaku dalam konteks pengelolaan sampah, penanaman pohon, kepedulian pada setiap apa pun yang dapat membebani alam. Alam Indonesia kan cepat pulih. Pulih oleh pulihnya hati manusianya memahami alam. 

November 02, 2006