Kamis, 24juni07(12.10)Mama Ocha bercerita pada saya….

Sebenarnya tak sengaja, Ocha bermain lempar2an keping puzzle, ee..nimpuk mata Mamae. Biasanya Ocha akan langsung spontan minta maaf, kali ini entah kenapa Ocha diam saja. Mama’e ngeloyor ke garasi. Ocha manggil2 Mamaah..Mama tidak menyahut, giliran mama yg diam saja..sambat pada bude Tiwi,’tek ne ae Wi,sampai dia minta maaf’
Sadar kalo mama marah, Ocha ajak neneknya nemeni ke garasi nyusul mama. Gondeli mlipir2 dibokong nenek, Ocha mendekati mama..
tur nubruk ngambil tangan mama, dicium dan nempelin pipinya pada pipi mamanya..tanpa kata..
Mama sengaja diam saja, Ocha salah tingkah krn mama msh diam.Ocha tur sambat,”aku ud minta maaf kok mah”..
“lha kok ora diomongke?” jawab mama
“Ud kok mah tp ora ta’suarake”, jawab Ocha diplomatis..
sa omah ger-geran dengerin celetukan Ocha;)

Maaf ..
Jembatan m’hantar maklum mencairkan rasa tak sreg
Maaf terlontar oleh..
desakan suara hati yg merasa sesuatu yg tak semestinya telah terjadi
Maaf..
Bukan semata untaian kata menggantung di bibir. Kepleset kata, kebablasan sikap, nada suara tak sengaja sumbang, kadung berprasangka, nyata bisa dirasakan dan diikuti datang dan perginya dlm diri. Jika mau buka mata, arus sadar hadir hingga ketika tali sadar dikencangkan, rasa sesal akan pengalaman pahit pernah menyinggung, menyakiti, bersikap yg kurang pantas, pongah, gede rumangsa atau mentang2 hingga kurang bisa menghargai..dengan sendirinya mendidik mulut, pikiran dan kelakon agar tdk mengulang teledor yg sama..inilah maaf yg tidak basi,tidak obralan
Maaf jua..
Ujud sesal dan janji..semoga tidak akan ada guratan kelam yang kedua..
Maaf akhirnya adalah..
sang penjaga tautan tali silaturahmi, ketika waktu mengijinkan kembali bersua, senyum dapat tetap ditarik tanpa ganjelan;)
mogi-mogi maaf memelihara sahabat tetaplah sahabat..kawan tetaplah kawan, meski sandungan pernah ada diantaranya