Kesehatan
Memburu Ketenangan di Tempat Perawatan Tubuh
Sabtu, 30 Agustus 2008 | 11:42 WIB

Yogyakarta, Kompas – Pekerjaan dan kehidupan di zaman yang serba cepat ini telah menghasilkan tekanan dalam keseharian warga kota. Berbagai cara sehat yang dilakukan bukan saja berorientasi kesehatan, tetapi juga kenyamanan jiwa. Itu bisa ditempuh dengan mendatangi tempat spa, pusat pelatihan yoga, dan bahkan menjadi vegetarian.

Demikian rangkuman pendapat yang dihimpun Kompas dari hasil wawancara, berkaitan dengan kesehatan alternatif, dari berbagai sumber yang dihubungi, Jumat (29/8).

Seorang akuntan di salah satu hotel di Yogyakarta Isnawan (33) mengaku mengikuti Kundalini Yoga di Anand Khrisna Center sejak beberapa bulan lalu. Sejak mengikuti latihan yang berlangsung selama 1,5 jam per minggu itu, dia merasa lebih mudah rileks dan santai. Untuk tujuh kali pertemuan yang baginya melegakan itu, Isnawan rela membayar Rp 200.000.

“Sebelumnya, saya sering stres dengan tekanan dalam pekerjaan. Setelah mengikuti yoga, aliran darah itu rasanya lebih lancar sehingga jadi lebih los begitu,” tutur Isnawan.

Instruktur Yoga di Anand Khrisna Center Tanti Meilyawati (31), yang biasa dipanggil Lily, mengatakan peminatnya cukup besar dan cenderung naik. Dalam satu sesi yang berlangsung selama tujuh pekan itu, terdapat sekitar 10 sampai 15 peserta.

Pelatihan Kundalini Yoga terbagi menjadi dua sesi besar, yaitu latihan membuka cakra (tingkat kesadaran) sampai latihan fisik. Gerakan yoga yang berayun pelan, bahkan kadang diam diiringi napas dalam seperti napas bayi, dipercaya mampu membangkitkan ketenangan. “Pada akhirnya, yoga dimaksudkan untuk keseimbangan tubuh dan jiwa,” kata Lily.

Berbeda dengan Aulia (29) yang rajin berkunjung ke Larasati Day Spa and Beauty, sebuah tempat perawatan tubuh bertemakan Jawa dan Bali di wilayah Condong Catur, Sleman, setidaknya sebulan dua kali. “Suasana di sini membuat saya rileks dan segar. Kulit pun juga cantik,” tuturnya.

Para pengunjung tak hanya tertarik dengan perawatan tubuh saja, tetapi juga pada produk kecantikan yang dihasilkan, mulai dari lotion, sabun kecantikan, sampai jamu. “Dalam sebulan, setiap produk kami bisa terjual 70 kemasan,” ujar pemilik Larasati Day Spa and Beauty Deni Anjas Wati.

Deni mengatakan perawatan tubuh di Larasati memang lebih mengutamakan relaksasi dan ketenangan jiwa.

Gaya hidup sehat dengan bervegetarian juga banyak dilakukan, seperti disampaikan Chindy Tanjung, Koordinator Cabang Indonesia Vegetarian Society Yogyakarta-Jateng, aneka penyakit nyaris semua bersumber dari daging.

Itu dari kesehatan. Dari aspek lingkungan, sudah jelas kegiatan peternakan dan perikanan menyebabkan kerusakan lingkungan. Aneka obat untuk ternak dan perairan yang tercemar adalah bukti daging berbahaya. Tumbuhan (sayur dan buah) memang ada yang disemprot pestisida, namun sifat biologis tumbuhan bisa meredam konsentrasi racun.

“Jangan mengidentikkan vegetarian dengan agama atau juga etika. Akan tetapi, coba tengok manfaat bervegetarian dari sisi kesehatan saja dulu,” kata Chindy yang dokter gigi ini. (IRE/PRA)