You are currently browsing the category archive for the 'Suara Ocha' category.

Oleh. Chindy Tan

Berbicara tentang aspek spiritual, sentra poin yang ingin saya ulik adalah transformasi pengetahuan intelektual ke pengetahuan intuitif. Kemampuan transformatif ini saya yakin banyak kita temui pada anak-anak kecil yang sedari janin atau usia dini memilih menolak daging. Tanpa perlu argumen yang mengandalkan rasio mereka dengan kemampuan intuitifnya menetapkan pilihannya. Mungkin ini yang disebut dalam buku The Little Prince “You can only see things clearly with your heart. What essential is invisible to the eye”. Ocha (4th) anak asisten saya, sejak mengenal makanan padat memilih menolak makan daging,”kasihan” itu alasan yang berulang dikatakannya. Suatu ketika saat cukuran di salon, kapsternya menangkap seekor serangga, dimasukkan ke dalam kantong plastik dan diberikan kepada Ocha. Menerima ini, Ocha bertanya pada Bapaknya,”Pa, iki piye nek arep maem, ta’ lepas aja ya ben iso nyari maem”. Kepekaan terhadap makhluk lain (mungkin ini adalah pengetahuan intuitif) yang membuat Ocha dalam keadaan bagaimana pun tetap keukeuh menolak makan daging. Meski itu daging nabati. Saya pernah memberikan Mama Ocha daging nabati dan ketika ditawarkan kepada Ocha, Ocha menolak meski sudah diberi penjelasan oleh ibunya,”iki dudu daging, iki dari tante Dindi”. Ocha juga tidak segan memilih makan ketupat dengan kecap tok, saat dijamu makan sate oleh pamannya. Ayah Ocha, karena sungkan mencoba menyuapkan Ocha beberapa potong daging, namun Ocha bersikeras menolak,”oya geyem ya oya geyem, aku ojo dipokso” (nggak mau ya nggak mau, aku jangan dipaksa). Mereka tidak mengenal kata sulit dalam menolak daging, meski harus makan dengan menu terbatas. Bagi Ocha lebih ‘mudah’ makan ketupat dengan kecap daripada harus mengabaikan rasa kasihannya. Mereka mampu melihat HIDUP MAKHLUK LAIN JUGA BERHARGA dan selayaknya dihargai.

Ternyata sikap serupa ditunjukkan oleh Keenan, putra Reza-Dee dan Marcell-Rima. Seminggu yang lalu pasien saya bercerita tentang sikap keukeuh Keenan menolak daging, tiruan sekalipun. Ketika makan bersama ayahnya Marcell, Rima Melati Siahaan-Adams, di sebuah restoran vegetarian, Keenan menolak makan daging-dagingan. “Saya cuma mau makan tahu sama tempe” tegas Keenan. Meski telah dijelaskan Marcell bahwa ‘daging’ tersebut juga vegetarian, Keenan tetap keukeuh minta tahu sama tempe. Akhirnya Rima meminta kepada pelayan untuk membuatkan masakan baru,”tolong buatkan lagi masakan yang masih kelihatan tahu dan tempenya ya”. Saya tidak tahu pasti mengapa anak-anak ini menolak daging tiruan sekalipun. Seorang rekan saya pernah bercelutuk tidak seharusnya kita memberi nama “bebek vegetarian, ayam vegetarian, babi merah vegetarian, karena pemakaian nama hewan pada makanan-makanan tersebut tidak membantu menjernihkan posisi hewan bukan makanan”.

Kisah-kisah serupa mungkin semakin banyak, dan kita tidak pernah tahu pasti mengapa. Mungkin ‘pengetahuan’ mereka ini analog dengan kisah Negeri Mata Satu.
Suatu waktu di Negeri Mata Satu lahirlah seorang bayi dengan dua mata. Anak itu, anak bahagia. Orang tuanya mencintainya dan senang mengemongnya. Tetapi mereka cemas karena anak itu aneh, matanya dua. Dokter-dokter yang mereka panggil geleng-geleng kepala dan heran. Tetapi mereka berkata,”Apa boleh buat? Tidak mungkin disembuhkan.” Pada suatu hari yang menggemparkan, ia melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang -orang lain. Ia tidak melihat seperti orang-orang lain yang hanya hitam dan putih. Ia melihat warna-warna. Orang tuanya dan sahabat-sahabatnya terheran-heran karena ia pandai bercerita tentang temuan-temuan yang menggetarkan hati, yang tidak dapat dilihat mereka. Ia berbicara dengan kata-kata yang belum pernah mereka dengar seperti ‘merah,’ ‘kuning’ dan ‘hijau’
(Manusia Pascamodern, Semesta dan Tuhan-Romo Mangun)

Dapatkah kita persepsikan ‘makan daging adalah hal yang alami’ sebagai pengetahuan hitam putih yang kadung berakar dan menjadi budaya manusia dalam memilih makanannya. Ketika anak-anak ini datang dengan penglihatan warna yang berbeda, manusia mampu hidup tanpa daging, adalah warna lain yang masih sulit diterima dan dipahami.
Gulir zaman menunjukkan pilihan sikap anak-anak ini untuk meat out, diakui secara ilmiah sebagai kebutuhan global. Manusia perlu menjernihkan kembali pilihan makannya. Dan pengetahuan intuitif anak-anak ini menyentil rasio siapa saja. Menantang kita untuk mendefenisikan arti cukup bermula dari isi piring jika peradaban manusia ingin bertahan. Gerakan perubahan kini bukan skala individu melainkan sudah tingkat negara-Belgia yang kini dikenal sebagai negara vegetarian pertama di dunia, Kelompok negara-Eropa: mengharuskan tiap negara Eropa membuat laporan kontribusi gas rumah kaca dari pola makan daging, tingkat kebijakan-semua rumah sakit UK akan berlakukan menu TANPA DAGING untuk pasien. Tidakkah arus perubahan ini semakin jelas menegaskan, kita butuh berubah.

ps.artikel ini dipubilkasi atas sepengetahuan dan seijin Dee dan Marcell, artikel ini akan dipublikasikan juga di majalah Info Vegetarian edisi 4

“Ketika bias paham kita akan budaya domestifikasi dan komodifikasi hewan telah terpapar jelas, angin perubahan telah sampai di ambang pintu. Modal selanjutnya yang paling mendasar untuk membuka gerbang perubahan dan menjadi bagian dari perubahan itu adalah kejujuran pada diri sendiri untuk mengakui bias tersebut. Karena ternyata tidak banyak yang mau dan mampu jujur pada dirinya bahwa hidup kita tidak selayaknya berdiri di atas kesakitan, penyiksaan, kematian makhluk lain, kemampuan mereka untuk merasakan sakit bukanlah omong kosong hingga bisa diabaikan begitu saja. Ketika berada dalam kondisi terbatas sehingga kadang harus menahan lapar, inspirasi anak-anak kecil Ocha dan Keenan mungkin bisa membantu menepis rasa ’sulit’ dengan sikap mereka,”lebih mudah makan terbatas daripada harus mengabaikan rasa kasihan karena kecintaan akan hidup bukan hanya milik manusia”. Rasa belas kasih inilah yang mempertautkan persaudaraan manusia dengan laksa ciptaan lain layaknya darah yang mempertautkan sebuah keluarga-Chief seattle. Buah budaya memperlakukan hewan tidak lebih dari benda/produk telah memukul balik dari segala arah, kerusakan lingkungan, ketimpangan akses pangan, epidemi penyakit sistemik dan mutasi penyakit-penyakit baru (seperti virus H1N1-Huffington Post” Swine Flu Outbreak-Nature Biting Back at Industrial Animal Production?” May 2, 2009). Arus fakta-fakta bahwa pilihan makan manusia mengancam peradaban manusia itu sendiri, benang merahnya semakin tebal. Mari miliki kepala dingin dan kejujuran mengakui fakta ini jika kita sadar bumi kita tidak dalam keadaan baik-baik saja. Kejujuran ini jualah yang akan menjaga sikap setia dan konsisten pada pilihan tersebut” Chindy Tan-Jogja 10 Agustus 2009 00:25 dini hari

Oleh Chindy Tan

Don bolak-balik bertanya,”kok siklusnya harus berulang lagi, kenapa tidak kiamat ya habis cerita?” Kenapa mesti ada manusia baru lagi, kehidupan baru lagi
ahemm….jawabannya mungkin ada pada pertanyaan,”kenapa kamu eksis, Don” engkoh buntut2nya aku adalah isi, isi adalah kosong… ajian brand ala Sun Go Kong sambat Don, hehe…
ckckck, film ini uaapik tenin! acung tujuh jempol deh.

Fakta-fakta anak indigo yang mulai banyak lahir dengan ciri-ciri yang khas adalah satu sisi yang coba disajikan dalam film sain fiksi ini. Anak indigo memiliki strain DNA level yang lebih tinggi hingga kecerdasan dan kepekaan di atas rata-rata serta indera keenam yang tajam. Caleb dan Abby adalah tokoh anak indigo dalam film ini, digambarkan sebagai anak-anak yang terobsesi pada dunia fauna, penyayang binatang dan dengan pilihannya sendiri (Caleb) memutuskan untuk bervegetarian.Tek! saya kaget pas Caleb menolak tawaran ayahnya-John Koestler untuk bersosis ria bersama. Lantang dia menyuarakan bahwa dia telah memutuskan untuk menjadi vegetarian. Bravo! Temen-temen tidak cerita kalo film ini ada tersentil pesan veggie di dalamnya, mereka cuma bilang isu doomsday karena ledakan matahari. Apa akunya yang kelewat sensi ama segala yang berbau veggie kali ya;)
(Ide vegetarian sebagai salah satu syarat di Zaman Baru kalo memang ada peradaban baru yang tersisa kelak, dapat dijelaskan dengan argumen2 yang kuat…)
John Koestler, Prof MIT dan Astrofisika seorang yang skeptis terhadap agama, keukeuh memilih percaya pada teori acak bukan determine. Segala sesuatu yang terjadi di semesta ini, tanpa tujuan, semua terjadi begitu saja, oleh kecelakaan dan acak. Sampai pada suatu ketika tanpa sengaja mengungkap makna dari angka-angka yang tertulis dikertas yang dibawa putranya Caleb. Memberinya perspektif baru akan semesta. Surat ini, adalah surat yang berisi gambar anak-anak SD dari sekolah yang sama tentang masa depan menurut imajinasi mereka masing-masing. Lucinda Embry, pencetus ide acara ini, satu-satunya anak yang tidak menggambar melainkan menuliskan angka-angka yang menurutnya terus dibisikkan kepadanya. Pada perayaan 50 tahun berikutnya, tahun 2009, surat yang disimpan dalam kapsul waktu dan telah dikubur selama 50 tahun dibuka untuk dibagikan pada anak-anak SD tersebut. Caleb Koestler, kebagian surat yang ditulis oleh Lucinda Embry.

Misteri angka-angka dalam surat itu mulai terkuak ketika John tanpa sengaja meletakkan gelas minumnya di atas kertas tersebut yang bleber kepenuhan, ketika di angkat kembali bekas airnya memberi batas pada angka 911012996. Merasa familiar dengan angka ini, John mencoba memasukkan angka tersebut ke mesin google dan ajaib! Angka tersebut persis sama dengan tragedi 11 september 2001 dengan korban jiwa 2996. Penasaran, John lalu mencoba memasukkan angka-angka lainnya. Semua ternyata adalah waktu bencana-bencana besar yang terjadi di Bumi. Beberapa tanggal, waktu yang belum terjadi, dipercaya oleh John sebagai ramalan yang pasti akan terjadi. John seolah dipaksa berkejaran dengan takdir, bocoran takdir telah terpapar jelas, segala upaya dia lakukan untuk membelokkan garis takdir tersebut, namun nihil. Akhirnya John memilih percaya mutlak pada angka-angka tersebut sebagai satu-satunya petunjuk bagaimana dia harus mengalir dalam skenario takdir. Kepercayaannya ini, menuntunnya memahami dan menerima takdir kalau anaknya Caleb dan Abby (cucu dari Lucinda) dipilih oleh para pembisik untuk meneruskan peradaban baru, dengan membawa sepasang kelinci peliharaan mereka, Caleb dan Abby diantar ke sebuah tempat, mereka berdua berlari menuju pohon yang dipercaya sebagai pohon kehidupan… wuuiiiih, keren abis! Buruan tonton deh!

Lagu yang paling terprasasti di hati saya, menginspirasi diri untuk melihat akar cinta yang bersemayam dalam hati kanak, a sense of pride… bermula dari penerimaan dan penghargaan martabat diri
mengantar hati kanak, sang akar cinta bertumbuh menuju masa depan cinta,
cinta yang tidak menghakimi
cinta yang memberi arti teduh
cinta yang memandang tembus ‘ilusi’ dan ‘realita’
hingga dengan tepat tau kemana akan membidikkan anak panah hidupnya, to the promise land, run away to go within thyself
tepat di tengah zona
cinta yang membebaskan
cinta yang memerdekakan

I believe the children are our are future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the childrens laughter remind us how we used to be
Everybody searching for a hero
People need someone to look up to
I never found anyone to fulfill my needs
A lonely place to be
So I learned to depend on me

Chorus:
I decided long ago, never to walk in anyones shadows
If I fail, if I succeed
At least I live as I believe
No matter what they take from me
They cant take away my dignity
Because the greatest love of all
Is happening to me
I found the greatest love of all
Inside of me
The greatest love of all
Is easy to achieve
Learning to love yourself
It is the greatest love of all

I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the childrens laughter remind us how we used to be

Chorus

And if by chance, that special place
That youve been dreaming of
Leads you to a lonely place
Find your strength in love

Words and music by michael masser and linda creed

Kamis, 24juni07(12.10)Mama Ocha bercerita pada saya….

Sebenarnya tak sengaja, Ocha bermain lempar2an keping puzzle, ee..nimpuk mata Mamae. Biasanya Ocha akan langsung spontan minta maaf, kali ini entah kenapa Ocha diam saja. Mama’e ngeloyor ke garasi. Ocha manggil2 Mamaah..Mama tidak menyahut, giliran mama yg diam saja..sambat pada bude Tiwi,’tek ne ae Wi,sampai dia minta maaf’
Sadar kalo mama marah, Ocha ajak neneknya nemeni ke garasi nyusul mama. Gondeli mlipir2 dibokong nenek, Ocha mendekati mama..
tur nubruk ngambil tangan mama, dicium dan nempelin pipinya pada pipi mamanya..tanpa kata..
Mama sengaja diam saja, Ocha salah tingkah krn mama msh diam.Ocha tur sambat,”aku ud minta maaf kok mah”..
“lha kok ora diomongke?” jawab mama
“Ud kok mah tp ora ta’suarake”, jawab Ocha diplomatis..
sa omah ger-geran dengerin celetukan Ocha;)

Maaf ..
Jembatan m’hantar maklum mencairkan rasa tak sreg
Maaf terlontar oleh..
desakan suara hati yg merasa sesuatu yg tak semestinya telah terjadi
Maaf..
Bukan semata untaian kata menggantung di bibir. Kepleset kata, kebablasan sikap, nada suara tak sengaja sumbang, kadung berprasangka, nyata bisa dirasakan dan diikuti datang dan perginya dlm diri. Jika mau buka mata, arus sadar hadir hingga ketika tali sadar dikencangkan, rasa sesal akan pengalaman pahit pernah menyinggung, menyakiti, bersikap yg kurang pantas, pongah, gede rumangsa atau mentang2 hingga kurang bisa menghargai..dengan sendirinya mendidik mulut, pikiran dan kelakon agar tdk mengulang teledor yg sama..inilah maaf yg tidak basi,tidak obralan
Maaf jua..
Ujud sesal dan janji..semoga tidak akan ada guratan kelam yang kedua..
Maaf akhirnya adalah..
sang penjaga tautan tali silaturahmi, ketika waktu mengijinkan kembali bersua, senyum dapat tetap ditarik tanpa ganjelan;)
mogi-mogi maaf memelihara sahabat tetaplah sahabat..kawan tetaplah kawan, meski sandungan pernah ada diantaranya

Hari minggu, 17 Juni..untuk kesekian kali Ocha “terhitung” fang shen. kali ini untuk lele…
pa’le Dayat bawa pulang beberapa ekor ikan lele. masih idup. jelas niatan mau dipecel. sambil gojeg pa’le godain Ocha, “Cha, lelenya digoreng yaa, sambil gotong lele ke dapur..
Ocha spontan jerit”jangaaan, kasihaan, nanti Tuhan marah..Tuhan marah itu dosa” Ocha ngejar pamannya.
Penasaran saya tanya, gimana nasib lelenya? Tebakan saya pasti dimeja makan.
Ternyata, kejadian yang sama saat lebaran idul fitri lalu terulang, dua ekor ayam piaraan urung disembelih karena amukan Ocha. Masih idup tuh sampe sekarang.
Lele itu juga dilepas di kolam mereka. Ampuh juga amukan Ocha;)
Semoga taon depan,sepuluh bahkan seumur hidupnya, amukan Ocha tidak limbung berhadapan dengan sejuta nilai yang telah kembang dalam bias persepsi…
btw, Ocha juga geleng keras pada daging lo …kemana2 sangunya tahu bacem,hehehe….

Mother Earth Salam kenal bagi siapa saja yang mau mampir di beranda bersahaja ini. Bertukar isi hati dan isi otak adalah salah satu proses manusia memanusiakan dirinya. Ada dialog di sana. Dialog yang dituntun oleh tanya demi tanya, karena manusia sepanjang hayat peradabannya adalah makhluk yang belum selesai dengan dirinya. Poin senjang yang banyak diusung berkisar pada kata kunci: MANUSIA, CINTA DAN TUHAN, VEGETARIAN, GLOBAL WARMING. Mengajak siapa saja belajar jujur pada dirinya, ketika hati dan fakta berada dalam satu garis lurus(jujur), maka kejujuran pada dirinya inilah yang akan memaksa manusia berubah. Mungkin inilah hidup yang bertanggung jawab, hidup yang fair. Berusaha memahami cara hidup saat itu juga manusia memahami cara mati

---Chindy Tan---

EATING UP THE WORLD

DOWNLOAD PDF FILE EATING UP THE WORLD eating up the planet If we want to preserve and restore our environment in Australia, we must make changes to our diet. The food we eat has a major effect on our waterways, the quality of the air we breathe and on the environment around us. Eating fish and other sea life is killing our oceans, agricultural industries are polluting our waterways, and vast areas of land are wasted with the grazing of animals. These practices are unsustainable and the global impacts are being felt more than ever before. By adopting a vegetarian diet you can make a significant contribution towards improving your health as well as that of the planet. Animal industries are eating up the world. It is up to us to save it!

Film Dokumenter Processed People

processed people Free Download Trailer film Processed People. "Sebenarnya kita sedang mengonsumsi sesuatu yang tidak layak disebut makanan” Jay Gordon, MD, FAAP, FABM,IBCLC Asisten Prof Kesehatan Anak UCLA Medical School Film ini merupakan finalis USA Film & MAUI Film Festival di dukung oleh dokter-dokter ahli dari UCLA, John Robbins, Jeffrey Moussaief Masson, dan pakar-pakar lainnya.

sinopsis film Processed People

The statistics are terrifying. Two hundred million Americans are overweight and 100 million are obese. More than 75 million Americans have high blood pressure. 24 million people are diabetic. Heart disease remains the No. 1 cause of death for men and women, followed by stroke and obesity-related cancers. Obesity has overtaken tobacco as the No. 1 cause of preventable deaths in the United States. Over 50% of bankruptcies are caused by what has become known as “medical debt.” Fast food, fast medicine, fast news and fast lives have turned many Americans into a sick, uninformed, indebted, “processed” people.

Film Dokumenter H O M E

Free Download Full Version H O M E Dari penulis buku terlaris di dunia, Earth Above, hadir kembali dengan karya baru yang cemerlang. Home, film dengan judul buku yang sama, menghadirkan gambar-gambar yang menakjubkan. Sebuah ekplorasi wajah Bumi lengkap dengan foto-foto terkenal karya Arthus-Bertrand dilengkapi teks informatif oleh tim Good Planet, sebuah organisasi non-profit yang mempromosikan pemeliharaan lingkungan hidup. Home menghadirkan keindahan Bumi dan mengajak seluruh umat manusia untuk menjaganya dari kehancuran. Film ini ditayangkan secara serentak mulai tanggal 5 Juni-14 Juni 2009 3 benua, lebih dari 50 negara, termasuk Indonesia, ditayangkan gratis lewat televisi, bioskop, internet klik disini . Berkisah tentang Bumi dan evolusi semua makhluk hidup, dan bagaimana manusia yang paling muda umur eksisnya justru merupakan oknum yang paling bertanggung jawab atas kerusakan bahkan kehancuran Bumi. Film ini juga mengupas tentang inefisiensi hasil pertanian untuk memproduksi daging. Arthus-Bertrand berkata, “50 persen hutan yang telah hilang, bukanlah hal yang paling penting, melainkan 50 persen yang masih tersisa”

Yesus Vegetarian?

Injil Perdamaian Essene (The Essene Gospel of Peace) yang diterbitkan oleh Lembaga Internasional Biogenik. Teks-teks ini diterjemahkan oleh Edmond Bordeaux Szekely dari naskah kuno berbahasa Yahudi dan Aramaik di dalam Arsip Rahasia Vatikan dan dari tulisan bahasa Slavia kuno di dalam Perpustakaan Kerajaan Hapsburgs (sekarang milik pemerintah Austria). Versi ringkasan buku-buku ini dapat diakses di: http://www.thenazareneway.com/index_essene_gospels_of_peace.htm Salah satu terjemahan Injil perdamaian... Yesus sendiri berkata," Dan daging hewan yang dibunuh dalam tubuh manusia akan menjadi kuburan manusia itu sendiri. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, manusia yang membunuh adalah membunuh dirinya sendiri, dan mereka yang memakan daging hewan yang dibunuh, memakan kematian."

Sang Buddha Vegetarian?

Jelang Sang Buddha Parinirvana, Makan Babi atau Jamur? Pro dan Kontra apakah Sang Buddha vegetarian dapat dibaca argumentasi dan dasar telaahnya yang diulas oleh Master Roshi Philip Kapleau (pendiri Budhisme Zen di Amerika) dalam buku To Cherish All Life (DOWNLOAD FULL VERSION

Video: Diet For A New America-John Robbins

Free Download: Video(part1-8): Diet For A New America “I think what I really learned in all of this, Was to be true to myself To be true to my inner voice And I began to see, That we really do have the power, Our own lives really do make a difference, Just by being more conscious of the food that we eat. We can heal ourselves; we can heal the environment, We can heal this planet"<a

Free Download Film Dokumenter Super Size Me

(Film Dokumenter Supersize Me, 2004)-Free Download Self Experience dari Morgan Spurlock, 30 hari bersama daging. Juga memaparkan fakta pengaruh makanan terhadap perilaku. Kaitan makanan dengan perilaku juga dibuktikan korelasinya di Central Alternative High School yaitu sekolah tinggi anak-anak yang memiliki perilaku bermasalah. “Kami menyajikan sayur-sayuran dan buah-buahan tanpa bahan pengawet. Semua makanan kami buat tanpa proses pemanggangan dan penggorengan. Di sini kami juga TIDAK MENGENAL DAGING. “Greg Bretthauer-Dekan Applleton Wiscosin-Central High School. “Kami meniadakan mesin soft drink dan junk food. Kami melihat, hal ini MEMBUAT PERUBAHAN YANG BESAR PADA SISWA.” Debra Larson-School Social Worker (Film Dokumenter Supersize Me, 2004)

Slide Show Buku Terbaru Lester Brown: Plan B.3

Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

RSS Gary Francione’s thoughts

  • Resolution #2 for 2010: Stop Vegan Bashing December 27, 2009
    Dear Colleagues: Speciesism occurs when we accord a different weight to a similar interest on the basis of species. An example of speciesism is vegan bashing. We all agree that human slavery—however “humane”—is morally unjustifiable. But animal slavery—if “humane”—is defended by some so-called animal advocates who characterize veganis […]
    Gary L. Francione
  • Resolution #1 for 2010: Promote Veganism as the Moral Baseline December 27, 2009
    Dear Colleagues: Let’s start out 2010 the right way-promoting veganism as a moral baseline. Veganism is not, as some welfarists suggest, the “most” that we can do; it’s the least that we can do if we take animal interests seriously. If we regard nonhumans as moral persons, then we cannot justify eating, wearing, or using them. [...] R […]
    Gary L. Francione
  • Commentary: The Virtual Billboard Campaign: THE WORLD IS VEGAN! If you want it. December 22, 2009
    Dear Colleagues: In this commentary, I discuss the virtual billboard campaign, which focuses on empowering advocates with a positive message that change is possible and that we have the responsibility to effect that change. It is time to reject the vegan bashing that has become the central focus of the welfarist movement. And I introduce Christine, the [...] […]
    Gary L. Francione
  • BBC World Service to Do 2-Part Program on Animals and Animal Movement December 19, 2009
    Dear Colleagues: On December 31, 2009 and January 7, 2010, the BBC World Service will do a 2-part documentary program entitled One Planet: Animals and Us. Victor Schonfeld, who did The Animals Film (narrated by Julie Christie) in 1982, hosts the program. Schonfeld will question whether we have made any progress in this area and will ask [...] Related posts: […]
    Gary L. Francione
  • A Note About Our Virtual Billboard December 18, 2009
    Dear Colleagues: Earlier this week, I posted two entries (1,2) about creating a virtual billboard spreading the slogan: THE WORLD IS VEGAN! If you want it. The point of this project is to reinforce a simple idea: that a vegan world is something that humans have the ability to bring into existence. We only have to want it. [...] Related posts:Commentary: The […]
    Gary L. Francione

RSS Ecorazzi News

  • Bollywood Star Neha Dhupia Shoots Stunning ‘Go Green’ Calendar December 29, 2009
    Bollywood actress Neha Dhupia has become the latest Indian star to promote the green scene — this time in a new calendar shot by ace photographer Jatin Kampani. Each scene shows Neha as different avatars of the elements of nature. “I grabbed this opportunity of making people aware of today’s need to protect the environment,” the [...]
    Michael d'Estries
  • Russell Crowe Gives Coat To Homeless Fan December 29, 2009
    Out of the news for a little while, Russell Crowe has been filming his new movie “The Next Three Days” in Pittsburgh.  This past week he heard that a homeless fan of his, nicknamed “Radio Man”, had ridden his bike from New York just to see the actor on set. I can imagine that it’s a [...]
    Luke Warner
  • Go Green This New Year With PCRM’s 21-Day Vegan Kickstart Program December 29, 2009
    The new year is just days away and it’s time to sit down and seriously think about those resolutions. Want to lose a few pounds? Maybe incorporate some more green practices into your life? Then keep on reading! The Physicians Committee for Responsible Medicine is launching a 21-day Kickstart program based on research by Neal Barnard, M.D [...]
    Michael Parrish DuDell
  • Top 10 Eco-Documentaries Of The Decade December 28, 2009
    Another ten years of excellence in documentary filmmaking is coming to a close — and perhaps more than any other genre, the environmental scene witnessed an explosion of movies covering all manner of subjects. It was rough work, but we boiled down the films made under the green banner during the ’00s down to 10. While [...]
    Michael d'Estries
  • Kim Kardashian Pimps Herself Out For Fast Food – We Roll Our Eyes December 24, 2009
    Kim Kardashian is the latest celebrity to sign a deal with the devil (aka Carl’s Jr.) and pimp herself out for fast food. Gross me out, why don’t you? In the ad, Kim eats a Cranberry Apple Walnut Chicken Salad in a low-cut robe and confesses: “I am such a neat freak. Everything has to be [...]
    Michael Parrish DuDell
  • Artist Shepard Fairey Creates Sea Shepherd Print December 23, 2009
    Artist Shepard Fairey, who rose to fame with his Barack Obama “HOPE” posters, has created a new poster to support the Sea Shepherd and honoring Captain Paul Watson. “I am opposed to injustice in any form and I am an environmental advocate,” said Fairey. “The delicate balance of eco-systems needs to be maintained to protect all [...] […]
    Michael d'Estries
  • Jennifer Aniston And Jamie Oliver Team Up To Write “Healthy” Cookbook December 23, 2009
    Secrets, secrets are no fun, unless you share with everyone. Rumor on the internet is that Jennifer Aniston and Jamie Oliver are teaming up to write a healthy cookbook. “Jen and Jamie have been bashing around ideas for ages,” a source tells UK’s Daily Star. “They like the idea of combining healthy eating with traditional family dinner […]
    Michael Parrish DuDell
  • The Green Quote: PETA Asks Pope Benedict XVI To Go Vegan On World Day Of Peace December 23, 2009
    “On behalf of People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) and our more than 2 million members and supporters worldwide, we applaud your strong exhortations for environmental protection, and we urge you to consider the fact that the most effective action an individual can take to fight climate change is to go vegan (which [...]
    Michael Parrish DuDell

RSS Vegetarian Star

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Enviro News

  • Food Inc. Review December 10, 2009
    Companies use false imagery in the marketing of their products such as farm houses next to green pastures that resemble the old school farming mentality. In reality, today it is more of a factory system that has been standardized and controlled by a few businesses that have monopolized the industry for their own financial gain. The expense is often of the ha […]
    noreply@blogger.com (JT)
  • Chromium 6 Emissions from ESCO in Portland November 13, 2009
    This story comes the NW Examiner in the Northwest Neighborhood of Portland, Oregon. http://www.nwexaminer.com/issues/11November2009.pdfHexavalent chromium accumulates in organisms and does not break down in the environment. No level of human exposure is considered safe.The EPA says that the respiratory tract is the major target organ for chromium 6 toxicity, […]
    noreply@blogger.com (JT)
  • Urban Rooftop Wind Turbines November 5, 2009
    The Indigo Building or 12 West building recently installed Portland's first wind turbines on the top of a high rise. The wind energy generated from the four small-scale turbines (45 feet tall compared to the massive 400-foot turbines in the Columbia River Gorge) will only produce about one percent of the building’s total energy usage, but serves as a be […]
    noreply@blogger.com (JT)

RSS Scientific News

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS KOMPAS

RSS Catatan Pinggir-Goenawan Mohamad

  • Macbeth December 21, 2009
    Politik, seperti halnya tragedi, tak akan punya arti tanpa kesangsian. Mungkin itulah sebabnya Macbeth, tragedi Shakespeare, tak mudah dilupakan, juga oleh seorang presiden. Pada suatu malam sastra di Gedung Putih, Presiden Clinton bercerita bahwa perkenalan pertamanya dengan puisi berlangsung di SMP, ketika gurunya memintanya menghafal baris-baris solilokui […]
    anick
  • Recehan December 14, 2009
    Di Jakarta yang macet, jalan menampik alasannya sendiri. Sejak Daendels membentangkan 1400 km “La Grande Route” di Jawa di abad ke-18, sampai dengan ketika dinas pekerjaan umum Republik Indonesia membuka jalur-jalur baru di abad ke-21, jalan diasumsikan sebagai ruang untuk mobilitas, peringkas waktu tempuh. Ia bagian dari arah dan gerak, dari dunia modern ya […]
    anick

RSS Ruang Hati

  • Berbagi Ketidaksempurnaan December 10, 2009
    Kita mungkin tidak akan pernah melupakan satu kisah nyata yang mirip dongeng; tragedi cinta Puteri Diana dan Pangeran Charles. Kematian Sang Puteri begitu mengharu biru dunia. Tercatat dua milyar lebih pasang mata menitikkan air mata pemakaman Sang Puteri. Larut dalam sedih dan kehilangan. Dunia tidak akan melupakan pernikahan megah Putera Mahkota Inggris da […]
    ruanghatikita

RSS Guardian News

RSS The New York Times

  • Climate Talks, Protests and Danish Police December 29, 2009
    Protesters say Danish police used unnecessarily heavy-handed tactics during two weeks of demonstrations earlier this month. The police say they successfully kept the peace.
    By LARS KROLDRUP and TOM ZELLER JR.
  • Hong Kong's Water Security December 29, 2009
    A series of droughts in China has raised concerns about Hong Kong's water supply.
    By REENITA MALHOTRA HORA
  • Should Europe Intervene to Support the Price of Carbon? December 28, 2009
    Despite tumbling prices, creating a so-called floor price for carbon could discredit the market for emissions trading in Europe.
    By JAMES KANTER
  • Harnessing the Sun to Store the Wind December 28, 2009
    A Phoenix company, Solar Southwest Technology, wants to marry solar energy and a wind farm.
    By MATTHEW L. WALD
  • Generating Solar Power After Dark December 26, 2009
    Two solar farms planned in the West would use technology that allow utilities to generate electricity after the sun goes down.
    By TODD WOODY

RSS Newsweek

Archives

Top Clicks

  • None

Blog Stats

  • 16,765 hits

 

December 2009
M T W T F S S
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031