It’s not easy for me to identify who am I
the only thing i can inform you, i’m the person who is really crazy about being myself. For all of my journey, I’ve been raised to be “what others think.” I believe there’s some of us even dictated with comparison and lead ourselves sit to these ideas: how can i celebrate me without this or those car,or even no car, what would life be with the idea eating without meat, fish, chicken… how do i look , what would i wear on. We never learn to apreciate ourselves just the way we are, and never really learn to say how much is enough, never ever define it, ever. This is the root of human’s greedy. That’s why we have no idea to say enough to the Earth, for all kind of treasures: water, soil, atmosphere, animals , plants and many form of entities.
Hopefully there will be a time then, we finally admit our Earth is not just doin fine, there’s a very very serious crisis in every inches of Earth. Then we try to get real, to be honest to ourselves, it will lead us to the seeds of change. I try to start it from myself, the person who I can control totally.
“Don’t you realize that the sea is the home of water? All water is off on a journey unless it’s in the sea, and it’s homesick, and bound to make its way home someday”
-Zora Neale Hurston-


Salam kenal bagi siapa saja yang mau mampir di beranda bersahaja ini. Bertukar isi hati dan isi otak adalah salah satu proses manusia memanusiakan dirinya. Ada dialog di sana. Dialog yang dituntun oleh tanya demi tanya, karena manusia sepanjang hayat peradabannya adalah makhluk yang belum selesai dengan dirinya. Poin senjang yang banyak diusung berkisar pada kata kunci: MANUSIA, CINTA DAN TUHAN, VEGETARIAN, GLOBAL WARMING. Mengajak siapa saja belajar jujur pada dirinya, ketika hati dan fakta berada dalam satu garis lurus(jujur), maka kejujuran pada dirinya inilah yang akan memaksa manusia berubah. Mungkin inilah hidup yang bertanggung jawab, hidup yang fair. Berusaha memahami cara hidup saat itu juga manusia memahami cara mati





Dari penulis buku terlaris di dunia, Earth Above, hadir kembali dengan karya baru yang cemerlang. Home, film dengan judul buku yang sama, menghadirkan gambar-gambar yang menakjubkan. Sebuah ekplorasi wajah Bumi lengkap dengan foto-foto terkenal karya Arthus-Bertrand dilengkapi teks informatif oleh tim Good Planet, sebuah organisasi non-profit yang mempromosikan pemeliharaan lingkungan hidup. Home menghadirkan keindahan Bumi dan mengajak seluruh umat manusia untuk menjaganya dari kehancuran.
Film ini ditayangkan secara serentak mulai tanggal 5 Juni-14 Juni 2009 3 benua, lebih dari 50 negara, termasuk Indonesia, ditayangkan gratis lewat televisi, bioskop,
Injil Perdamaian Essene
Jelang Sang Buddha Parinirvana, Makan Babi atau Jamur?
Pro dan Kontra apakah Sang Buddha vegetarian dapat dibaca argumentasi dan dasar telaahnya yang diulas oleh Master Roshi Philip Kapleau (pendiri Budhisme Zen di Amerika) dalam buku
(





20 comments
Comments feed for this article
September 16, 2008 at 10:13 am
Bayi Vegetarian
hai, salam kenal, saya sedang jalan2 menjelajah dunia vege, dan mampir di blog ini. Menarik, dan unik, tapi sayangnya koq pemiliknya sepertinya tidak ingin dikenal yah?
But any way, mau nggak tukeran link? sesama komunitas vege…. hehehe.
Mitha,
ibunya Gungde, bayi vegetarian:) Terimakasih.
September 17, 2008 at 4:48 am
onlyoneearth
Aduh, mohon maaf kalo ada kesan ‘tertutup’ malah baru nyadar kalo info profil minim. Saya biasa di panggil Chindy, lengkapnya Chindy Tanjung. Mulai benar-benar aktif menyuarakan vegetarian lewat tulisan kira-kira setengah tahun belakang. saya sendiri sudah mulai bervegetarian sejak tahun1995;) Sekarang membantu IVS dan dipercaya sebagai Koord Cab Jogja-Jateng, juga sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Info Vegetarian, terhitung sejak Agustus kemarin.
Oy, bagi siapa saja yang membutuhkan soft copy majalah Info Vegetarian edisi I untuk sementara boleh imel ke chindy_tan@yahoo.com…sebenarnya dalam waktu dekat sudah akan diupload di http://www.ivs-online.org
Untuk link, dengan senang hati ya mba’ Mitha(ibunya Gungde) monggooo;)
September 19, 2008 at 7:36 pm
gus
salam kenal mBa cndy….salam hormat juga dari wong semarang…
November 24, 2008 at 3:42 pm
Wilchan
Salam Kenal Mbak Chindy. Website Mbak Chindy ini bagus sekali buat referensi dunia vegetarian, selain berbahasa Indonesia, juga yang paling up-to-date. Teruskan ya perjuangan Mbak.
P.S:
Saya minta izin ya RSS-nya saya comot buat ditempel di
Terima kasih.
November 24, 2008 at 4:43 pm
onlyoneearth
Silahkan Wilchan,
oy..terima kasih atas apresiasinya
November 25, 2008 at 4:29 pm
Bayi Vegetarian
hai mbak Cindy, Tulisannya semakin cantik aja yach seperti penulisnya. Mbak Cindy terimakasih yah sudah pasang link saya, saya baru tahu karena mbak cindy pake judul “mamanya gungde” hihi …. bukan bayivegetarian. Btw apa bedanya jembatan hati dengan komunitas vegetarian yach? Terimakasih mbak Cindy, sukses selalu.
November 26, 2008 at 7:13 am
onlyoneearth
terima kasih mba’ Mitha…
btw link rasanya lebih tepat ke komunitas vege ye, ude kupindahin mba,hehe…
pareeng
November 30, 2008 at 2:35 pm
Santhi Margaretha
Congratulation Bu!!!!!
finally i can catch the new place to upgrade my knowledge…
well, Semangat terus ya Buk!!!!
Santhi
December 2, 2008 at 9:55 am
rayen lee
oke banget.
March 5, 2009 at 5:06 am
astrid
hallo cindy:) pa kabar nih, kangennnn:)
March 5, 2009 at 8:06 am
chindy tan
Hi juga Jeung! isih neng Bogor ato Yojo? ato wis pindahan?
April 22, 2009 at 11:55 am
Reza Gunawan
Hai Chindy,
Love your blog, aku cross link ya! bolehkah link ke blogku diupdate menjadi rezagunawan.com? yang di blogspot sudah dibekukan sekarang. Mampir-mampir yaaa…
Reza
April 22, 2009 at 12:23 pm
Chindy Tan
Whuaaaa! Tks bgt Reza ud mau mampir….okay, link’e udah sy ganti ya
April 24, 2009 at 8:28 pm
irene
wow,
i like this writting…bagus…
nice. some inspiration for this earth..
cool….
^^
April 24, 2009 at 11:18 pm
onlyoneearth
Makasih Irene;)
July 28, 2009 at 9:22 pm
astridreza
udah pindahan ke nitiprayan sih di yogyanya. tapi kayanya baru balik akhir agustus kesana. sekarang masih di bogor. ya masih kaya setrikaan nih bolak balik mulu
August 12, 2009 at 11:23 am
astridreza
cin, ta link ya:) btw anakku mo cek gigi, penuh perjuangan klo bersihin giginya nih.
August 12, 2009 at 11:47 am
chindy vtan
Astrid bw kontrol aj ya ke Dolphin boleh ke tempat praktek pribadiku juga gpp..
August 25, 2009 at 1:35 pm
fadlunm
Salam kenal mbak Chindy, senang rasanya mengenal orang se’jernih’ mbak. Mohon maaf saya blogroll terlebih dahulu baru menyapa mbak disini. Terlalu asyik mengikuti tulisan-tulisan mbak yang tumpah ruah dan inspiratif hingga saya jadi seperti anak kecil di toko permen mikul uang satu karung, excited!, hehe..
. Doakan saya mudah-mudahan bisa lebih ‘tertib’ lagi dan mampu membenahi apa yang perlu saya benahi mbak. Terutama menyangkut apa yang saya konsumsi, sebelum akhirnya menyesal nanti..
Ibu saya adalah Vegetarian sejati yang tidak pernah dideklarasikan. Kesederhanaan (imbas dari kemiskinan yang disyukuri) lah yang menggiring perilaku beliau ke arah yang menurut saya baik ini. Bertemankan sayuran, kesehatan ibu saya yang kelahiran 1940 itu begitu terjaga dengan baik hingga kini, minim keluhan-keluhan seperti layaknya manusia yang bergelimang usia. Kembali lagi menurut saya Vegetarian itu adalah benar-benar bukan cuma tentang makanan, namun sikap hidup, pola pikir, pemahaman dan lain-lain yang mengarah ke satu muara yang sama, silahkan mbak yang beri nama.
Darah ibu yang mengalir kuat sepertinya juga menggiring saya untuk tidak terlalu akrab dengan daging dan menjadi kontrol pribadi atas makanan yang bukan makanan itu, serta menjadi pengamat sejati dunia vegetarian. Namun hingga saat ini masih taraf kurang menggemari, belum punya kuasa (atau mungkin belum mau?) untuk memilih makanan (mungkin ini cuma ‘alasan’ yang saya buat-buat berlandaskan situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk ‘membela diri’
Bravo mbak Chindy, terima kasih atas komen2x mbak yang membahagiakan pada blog saya, saya tunggu kunjungan mbak selalu.
August 25, 2009 at 2:28 pm
chindy tan
Terima kasih Fadlunm, saya hanyalah orang yang bingung… bingung dengan begitu banyak ‘gap’ dalam hidup. Dan saya mencoba belajar mengolah bingung ini dalam bilik benak dan akhirnya coba saya tuangkan dalam tulisan;) mari saling belajar saling urai benang kusut pemahaman kita akan hidup ya Fad,
semoga dalam perjalanan napas kita, kita mau memampukan diri melakukan lompatan2 yang memang layak milik kita. Hidup yang penuh, hidup yang merdeka;)
terus menulis Fad, mendekatkan diri dengan ‘diri’ sejati kita…pulanglah kesana;)