Oleh Chindy Tan

Embun menyapa daun memberi kesejukan tanpa melekat, sang daun sadar kesejukan bukanlah miliknya hingga tak cukup alasan baginya untuk menahan embun untuk tetap tinggal, hukum jatah tempo membatasi perjumpaan embun dan daun, hingga mereka memilih belajar ‘tau diri’ menikmati sinergi sesuai jatah tanpa ada sesal melainkan ikhlas mengiring ketika nikmat sinergi harus berlalu. Ikhlaslah yang kan menggenapi persembahan embun kepada sang daun, membasahi tiap detil pori daun, memberinya hidup, embun mengantar daun bertumbuh Demikianlah cinta yang telah berjumpa, bermuara pada kedalamannya, cinta yang beriringan dalam jalan tumbuh
Karya ini dipublikasikan juga di Komunitas Sastra Air Putih

Irama Cinta dalam Setetes Embun

Irama Cinta dalam Setetes Embun


Sumber gambar: sedang dicari lagi
Love one another, but make not a bond of love Let it rather be a moving sea between the shores of your souls. Fill each other’s cup, but drink not from one cup. Give one another of your bread, but eat not from the same loaf. Sing and dance together and be joyous, but let each one of you be alone, Even as the strings of a lute are alone though they quiver with the same music. Give your hearts, but not into each other’s keeping; For only the hand of Life can contain your hearts. And stand together yet not too near together; For the pillars of the temple stand apart, And the oak tree and the cypress grow not in each other’s shadow. Poem by Khalil Gibran (aka Kahlil Jubran)

About these ads