Yohanes Dwi Harsanto
Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan
Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
(Executive Secretary of Youth Commission
Bishop’s Conference of Indonesia)
June 7 at 11:13pm

sumber gambar
Sharing. Tadi siang saya ada di sebuah acara di kawasan Pegangsaan Jakarta. Ketika saat santap siang tiba, banyak hidangan menu daging. Saya dengan jelas namun wajar, memilih makan nasi, sayur-sayuran dan buah belaka. Seorang ibu mendekati saya, “Apakah Romo Vegetarian?” Dengan mantap saya jawab “Benar, Bu, saya vegetarian”. Ibu itu dengan positif menanggapi bahwa vegetarian bagus untuk membina kehidupan. Dan para lelaki dewasa gendut-gendut nyeletuk: “Ah, apa enaknya”… Setelah santap siang selesai, tampak para lelaki gendut-gendut itu merasa kepanasan, buka kancing baju, tidak tenang. Mereka kekenyangan. Saya katakan: “Itulah beda vegetarian dan pemakan daging dan segala lemak. Anda semua kegerahan, sementara saya tetep enjoy haha..” Mereka tertawa tanpa bisa menyangkal kenyataan itu. Salam
YDHpr
Romo Santo adalah salah seorang pembina Jejaring Muda Katolik, aktif memberi pendidikan politik pada Kaum Muda Katolik Indonesia
sharing ini, atas seijin Romo juga akan dipublikasikan di Majalah Info Vege edisi 4

Salam kenal bagi siapa saja yang mau mampir di beranda bersahaja ini. Bertukar isi hati dan isi otak adalah salah satu proses manusia memanusiakan dirinya. Ada dialog di sana. Dialog yang dituntun oleh tanya demi tanya, karena manusia sepanjang hayat peradabannya adalah makhluk yang belum selesai dengan dirinya. Poin senjang yang banyak diusung berkisar pada kata kunci: MANUSIA, CINTA DAN TUHAN, VEGETARIAN, GLOBAL WARMING. Mengajak siapa saja belajar jujur pada dirinya, ketika hati dan fakta berada dalam satu garis lurus(jujur), maka kejujuran pada dirinya inilah yang akan memaksa manusia berubah. Mungkin inilah hidup yang bertanggung jawab, hidup yang fair. Berusaha memahami cara hidup saat itu juga manusia memahami cara mati





Dari penulis buku terlaris di dunia, Earth Above, hadir kembali dengan karya baru yang cemerlang. Home, film dengan judul buku yang sama, menghadirkan gambar-gambar yang menakjubkan. Sebuah ekplorasi wajah Bumi lengkap dengan foto-foto terkenal karya Arthus-Bertrand dilengkapi teks informatif oleh tim Good Planet, sebuah organisasi non-profit yang mempromosikan pemeliharaan lingkungan hidup. Home menghadirkan keindahan Bumi dan mengajak seluruh umat manusia untuk menjaganya dari kehancuran.
Film ini ditayangkan secara serentak mulai tanggal 5 Juni-14 Juni 2009 3 benua, lebih dari 50 negara, termasuk Indonesia, ditayangkan gratis lewat televisi, bioskop,
Injil Perdamaian Essene
Jelang Sang Buddha Parinirvana, Makan Babi atau Jamur?
Pro dan Kontra apakah Sang Buddha vegetarian dapat dibaca argumentasi dan dasar telaahnya yang diulas oleh Master Roshi Philip Kapleau (pendiri Budhisme Zen di Amerika) dalam buku
(





9 comments
Comments feed for this article
June 24, 2009 at 8:06 pm
richard
tadi salah baca, kukira pastor menikmati the other “v”. upss.. btw, apa kabarnya bu dokter?
June 25, 2009 at 6:32 pm
onlyoneearth
Baik Bang:)
barusan aku sowan nang omah jenengan;))
alangkah lamonyo ida kabar-kabari lagi..apa kabar Indonesia?
June 25, 2009 at 11:39 pm
richard
omah nang ndi toh, mbakyu? soal Indonesia, masih tegas menegakkan supremasi hukum, setidaknya tegas menegakkan pasal pembayaran PLN, PDAM & TELKOM sebelum lewat tgl 21, atau….kecuali….
Jika disambung-sambungken & tak membuat diriku OOT, nampaknya yg molor-molor bayar tagihan bulanan yg semakin berat itu bisa diajarkan management vege, agar lebih sehat, lebih hemat, dan lebih tahan tak berkeringat, walau tak ber-AC
June 26, 2009 at 12:59 pm
chindy tan
‘omah’ maya ye, udah ketemu jalur pencerahan untuk turut kiprah dalam politik Bang? mungkin ada baiknya kenalan dengan Romo Santo, beliau sangat concern dengan urusan yang satu ini. Mampirlah ke situs’e;)
June 26, 2009 at 7:29 pm
richard
jeng, akika nggak doyan nongkrong sama Romo, atau siapapun yg bawa-bawa atribut yg ekslusif. hehehe… apalagi yg bau-bau agama hahaha biasanya lebih uhuy dari mapioso :p wakakakak…
sialnya, kemaren sudah mau terealisasi tuh, proyek pertanian vertikal dgn skala besar hingga nyundul2x resort. tapi ternyata, bau-bau gimanaaaa gicuuu wakakakak ogah lah…
nampaknya tetap di jalur sekarang hingga september ini. nampaknya, awan hoki 2009 atas diriku baru bersinar di awal september nih hehehe…
btw, adakah kaitan hoki dengan makanan (bukan terkait obesitas dan bayar mahal masuk omni plus digugat ya)? kalau ada, ini menolong saya yang sedang berfikir soal pertanian yg/dan holistik. jangan-jangan, negri ini potensial bener, saat asupan makanannya dibenerin :p share lah….thanks in advance
June 26, 2009 at 8:13 pm
chindy tan
Hoki dengan makanan, satu poin dulu ya…coba petani kita bisa lepas dari ketergantungan kedele impor, saat ini 60% kedele impor dari luar. dengan alasan lebih murah, lebih efisien beli jadi dari luar daripada tanam sendiri, akibatnya ketika muncul pesaing baru-biofuel yang juga butuh kedele, harga kedele naik hingga harga tempe pun naik 2xlipat. Kedele potensi sebagai sumber protein yang kualitasnya sudah diakui setara bahkan lebih baik dari daging. Sekarang bioteknologi di atmajaya yogya sedang meneliti bagaimana meningkatkan kualitas tempe indonesia, fortifikasi vitamin B12 yang aktif bukan analog. Semoga ini bisa jadi masukan buat Bang Rispi ya…
June 26, 2009 at 8:18 pm
chindy tan
Tempe sudah DIPATENKAN di Jepang lo, mereka menjuluki tempe sebagai makanan dewa. Saatnya kita koreksi stereotip thd tempe,’mental tempe’ menjadikannya sebagai kebanggaan, jika dikenal sebagai bangsa tempe, secara tempe telah jadi aset revolusi makanan skala dunia lo…
June 26, 2009 at 8:58 pm
richard
thanks infonya jeng, dan mbaknya wong cilik pun telah inform itu di tipi #tempe. btw, yang diriku maksud itu terkait pengaruh makanan pada pertumbuhan spiritual, fisik, mental, dan sosial dari individu atau komunitas.
Contohnya, adakah prilaku anjing masuk ke dalam orang yang memakan anjing? Tentulah saya tak bermaksud generalisasi, namun lihatlah makanan khas setiap suku, dan lihatlah budaya yang muncul. Adakah peran makanan beracara disana?
Dan lebih jauh terkait itu, adakah data empiris dari kaum vege mengenai suatu makanan yang dapat mempengaruhi hoki hahahaha… like popeye yg nyaplok bayam jadi kuat. hahahaha ada nggak jeng?
June 27, 2009 at 9:53 am
onlyoneearth
Bang, jawaban ada di pos terbaru : Vegetus Libertas-Bagas Raga, Waras Spirit, Kuat Budi ya