By William Sitwell [updated]
source:MailOnline
Watch out, the food police are on the prowl again – and they’ve got your lunchtime sandwich in their sights.
This time it’s tuna that has got them in a flap. And so effective has their campaign been that Julian Metcalfe, the man behind the Pret A Manger sandwich bar chain, has announced he is banning tuna from his sarnies and sushi boxes.
Such is the market dominance of Pret that other retailers are now expected to follow suit.
His decision was prompted by the hard-hitting documentary The End Of The Line, which its makers hope will do for the world’s oceans what An Inconvenient Truth did for climate change – raising awareness about an imminent ecological crisis.
The End of the Line is a powerful film about one of the world’s most disturbing problems – over-fishing. Advances in fishing technology mean whole species of wild fish are under threat and the most important stocks we eat are predicted to be in a state of collapse by 2050. The film points the finger at those most to blame, including celebrity chefs, and shows what we can do about it. This is not just a film, it is also a campaign
www.endoftheline.com
Ps Film ini akan dirilis tanggal 12 Juni 2009

Salam kenal bagi siapa saja yang mau mampir di beranda bersahaja ini. Bertukar isi hati dan isi otak adalah salah satu proses manusia memanusiakan dirinya. Ada dialog di sana. Dialog yang dituntun oleh tanya demi tanya, karena manusia sepanjang hayat peradabannya adalah makhluk yang belum selesai dengan dirinya. Poin senjang yang banyak diusung berkisar pada kata kunci: MANUSIA, CINTA DAN TUHAN, VEGETARIAN, GLOBAL WARMING. Mengajak siapa saja belajar jujur pada dirinya, ketika hati dan fakta berada dalam satu garis lurus(jujur), maka kejujuran pada dirinya inilah yang akan memaksa manusia berubah. Mungkin inilah hidup yang bertanggung jawab, hidup yang fair. Berusaha memahami cara hidup saat itu juga manusia memahami cara mati





Dari penulis buku terlaris di dunia, Earth Above, hadir kembali dengan karya baru yang cemerlang. Home, film dengan judul buku yang sama, menghadirkan gambar-gambar yang menakjubkan. Sebuah ekplorasi wajah Bumi lengkap dengan foto-foto terkenal karya Arthus-Bertrand dilengkapi teks informatif oleh tim Good Planet, sebuah organisasi non-profit yang mempromosikan pemeliharaan lingkungan hidup. Home menghadirkan keindahan Bumi dan mengajak seluruh umat manusia untuk menjaganya dari kehancuran.
Film ini ditayangkan secara serentak mulai tanggal 5 Juni-14 Juni 2009 3 benua, lebih dari 50 negara, termasuk Indonesia, ditayangkan gratis lewat televisi, bioskop,
Injil Perdamaian Essene
Jelang Sang Buddha Parinirvana, Makan Babi atau Jamur?
Pro dan Kontra apakah Sang Buddha vegetarian dapat dibaca argumentasi dan dasar telaahnya yang diulas oleh Master Roshi Philip Kapleau (pendiri Budhisme Zen di Amerika) dalam buku
(





1 comment
Comments feed for this article
June 13, 2009 at 7:02 am
Thomas Scott
A very compelling trailer… I hope to see it myself, and wonder what impact it will have on society?
Thanks for sharing, all the best. Cheers
-Thomas